Puasa dan Penguatan Kecerdasan Emosional Umat Muslim
- 04 Mar 2026 11:08 WIB
- Lhokseumawe
RRI CO.ID, Lhokseumawe :
Ibadah puasa tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga berperan penting dalam membentuk kecerdasan emosional seseorang. Hal ini dibahas dalam obrolan live program HP Haba Puasa Aneuk Muda Pro 2, Selasa 3 Maret 2026 Pukul lima sore dengan narasumber Tgk. M. AL Hafizhin, S. Ag.
Beliau banyak memberikan paparan ajaran Islam yang termaktub dalam Al-Qur'an, puasa diwajibkan agar manusia mencapai derajat takwa. Melalui proses menahan lapar, haus, dan hawa nafsu sejak fajar hingga magrib, seseorang dilatih untuk mengendalikan diri. Latihan ini secara tidak langsung memperkuat kemampuan mengelola emosi, seperti menahan amarah, mengontrol impuls, dan bersikap lebih sabar dalam menghadapi berbagai situasi.
Secara psikologis, puasa membantu meningkatkan kesadaran diri atau self-awareness. Ketika seseorang merasa lapar atau lelah, ia belajar mengenali perubahan emosinya sendiri. Dari situ muncul kemampuan untuk mengatur respons secara lebih bijak. Rasulullah SAW pun mengajarkan bahwa jika seseorang dicela atau diajak bertengkar saat berpuasa, hendaknya ia mengatakan bahwa dirinya sedang berpuasa. Pesan ini menunjukkan bahwa puasa adalah sarana pendidikan emosi agar tidak mudah terpancing dalam konflik.
Selain itu, puasa juga menumbuhkan empati sosial. Rasa lapar yang dirasakan setiap hari selama bulan Ramadhan mengajarkan umat Islam untuk memahami kondisi fakir miskin. Empati ini mendorong lahirnya kepedulian sosial, seperti memperbanyak sedekah dan berbagi makanan saat berbuka. Kecerdasan emosional tidak hanya tentang mengelola diri sendiri, tetapi juga tentang memahami dan merespons kebutuhan orang lain dengan penuh kasih dan kepedulian.
Tgk. Hafiz juga memberikan penjelasan di akhir obrolan, bahwa puasa menjadi sarana pembentukan karakter yang utuh: spiritual, sosial, dan emosional. Penguatan kecerdasan emosional melalui puasa akan melahirkan pribadi yang lebih sabar, tenang, serta mampu mengambil keputusan secara matang. Nilai-nilai ini relevan tidak hanya selama bulan Ramadhan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal membangun hubungan yang harmonis di tengah masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....