Panduan Tata Cara Shalat Gerhana
- 03 Mar 2026 16:33 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID Lhokseumawe - Fenomena gerhana, baik gerhana matahari maupun gerhana bulan, bukan hanya peristiwa astronomi, tetapi juga momen ibadah bagi umat Islam. Dalam ajaran Islam, ketika terjadi gerhana, umat dianjurkan melaksanakan shalat gerhana (shalat khusuf untuk gerhana bulan dan shalat kusuf untuk gerhana matahari). Ibadah ini menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT atas tanda-tanda kebesaran-Nya di alam semesta.
Ustadz Muhammad Yasin Yahya menjelaskan, shalat gerhana hukumnya sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. “Rasulullah SAW mencontohkan langsung pelaksanaan shalat gerhana ketika terjadi gerhana di masa beliau. Ini menjadi dalil kuat bahwa umat Islam dianjurkan melaksanakannya saat fenomena itu terjadi,” ujarnya.
Sholat gerhana Bulan memiliki tata cara tertentu yang berbeda dari sholat sunnah harian biasa. Niat solat gerhana dilakukan di dalam hati sebelum memulai takbiratul ihram, misalnya: Ushollī sunnatat khusufil qamar rok‘atan lillāhi ta‘ālā (Artinya: Aku niat melakukan sholat sunnah gerhana Bulan dua rakaat karena Allah SWT).
Sholat gerhana Bulan secara umum terdiri dari duanrakaat, namun setiap rakaat memiliki dua kali berdiri(qiyam) dan dua kali ruku' diikuti dua kali sujud, dengan bacaan Al-Fatihah dan surat panjang seperti yang dicontohkan dalam sunnah. Dalam praktiknya, bacaan dan ruku' dibuat lebih lama dengan tujuan meningkatkan kekhusyukan dan refleksi spiritual sesuai tuntunan yang diriwayatkan para ulama.
Setelah sholat gerhana disunnahkan untuk membaca doa dan zikir panjang, serta memperbanyak istighfar dan permohonan ampun kepada Allah. Pada masa gerhana, selain sholat, umat dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan beramal saleh sebagai respons atas tanda keberadaan dan kekuasaan Allah SWT.
Ustadz Yasin menambahkan, gerhana adalah momentum untuk memperkuat keimanan. “Jangan hanya fokus pada fenomenanya, tetapi jadikan momen ini untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah,” pesannya.
Dengan memahami tata cara shalat gerhana, diharapkan masyarakat tidak ragu lagi untuk melaksanakannya ketika fenomena tersebut terjadi. Selain menjadi bentuk ketaatan, shalat gerhana juga menjadi pengingat bahwa setiap kejadian di langit dan bumi adalah tanda kebesaran Allah SWT yang patut direnungi bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....