Minimnya Kepedulian terhadap Kebersihan Fasilitas Umum

  • 24 Feb 2026 22:51 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe -Tentu sebagai seorang nasabah dalam perbankan apapun, lazimnya kita pernah melakukan transaksi dalam mesin Anjungan Tunai Mandiri atau ATM. Lalu, apakah menjadi kelaziman pula diantara kita dengan kurangnya inisiatif kita untuk memperhatikan kebersihan di sekitarnya ?

Ya, fenomena kurangnya kepedulian terhadap kebersihan fasilitas umum masih kerap ditemui di berbagai tempat. Salah satu contoh sederhana terlihat di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), di mana banyak pengguna meninggalkan struk kertas usai melakukan transaksi. Struk-struk tersebut sering kali dibiarkan menumpuk di sekitar mesin atau bahkan terselip begitu saja di celah unit ATM, sehingga mengganggu keindahan dan kebersihan fasilitas umum yang seharusnya dijaga bersama.

Perilaku membuang atau membiarkan struk sembarangan memang terlihat sepele, namun mencerminkan rendahnya kesadaran akan tanggung jawab sosial. Padahal, fasilitas umum disediakan untuk kepentingan bersama dan membutuhkan partisipasi setiap individu untuk menjaganya. Ketika seseorang enggan meluangkan beberapa detik untuk membuang sampah pada tempatnya, hal itu menunjukkan adanya budaya kurang peduli yang perlahan bisa menjadi kebiasaan buruk di tengah masyarakat.

Lebih jauh lagi, persoalan kebersihan tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga dengan nilai moral dan keimanan. Dalam ajaran Islam dikenal prinsip bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman. Artinya, menjaga lingkungan tetap bersih, termasuk tidak meninggalkan sampah struk di ATM, adalah bagian dari implementasi nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap abai terhadap kebersihan bisa menjadi tanda lemahnya penghayatan terhadap nilai tanggung jawab dan amanah sebagai makhluk sosial.

Mari kita tingkatkan kesadaran kita dalam menjaga lingkungan, dan tak lupa saling mengingatkan pentingnya membangun budaya disiplin sejak hal-hal kecil. Mengambil struk dan membuangnya pada tempat sampah yang tersedia adalah tindakan sederhana, namun berdampak besar bagi kenyamanan bersama. Jika setiap individu mulai peduli dari langkah kecil tersebut, maka fasilitas umum akan tetap terjaga kebersihannya, sekaligus mencerminkan pribadi yang beradab dan beriman dalam praktik nyata kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....