Menjaga Lisan dan Amanah agar Terhindar Sifat Munafik

  • 21 Feb 2026 10:38 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Sifat munafik tidak hanya merusak hubungan sosial, tetapi juga mendatangkan ancaman serius dalam ajaran Islam. Hal ini disampaikan oleh Ustadz Tgk. H. Bukhari Kaoy dalam program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Lhokseumawe pada Sabtu, 21 Februari 2026, dengan menyoroti ciri-ciri orang munafik, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan umat Islam untuk menghindarinya dalam kehidupan sehari-hari.

Ustadz Bukhari menegaskan bahwa kemunafikan merupakan perilaku tercela yang tidak boleh dianggap sepele karena dapat merusak kepercayaan dan hubungan sosial antarmanusia serta mengundang murka Allah SWT.

“Sifat munafik adalah penyakit hati yang sangat berbahaya karena merusak kepercayaan, hubungan sosial, dan dapat mendatangkan murka Allah SWT,” ujarnya.

Ia mengutip hadis Rasulullah SAW mengenai tiga tanda utama orang munafik, yaitu ketika berbicara berdusta, ketika berjanji mengingkari, dan ketika diberi amanah berkhianat. “Rasulullah SAW telah menjelaskan tanda orang munafik, yaitu ketika berbicara berdusta, ketika berjanji mengingkari, dan ketika diberi amanah berkhianat,” jelasnya.

Menurutnya, sifat tersebut membawa dampak serius baik di dunia maupun di akhirat. Ia juga menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an terdapat Surah At-Taubah yang tidak diawali dengan basmalah, yang oleh para mufasir dikaitkan dengan pembahasan mengenai kaum munafik.

“Kemunafikan bukan perkara kecil, karena akibatnya tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga mendapat ancaman berat di akhirat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ustadz Bukhari mengingatkan ancaman berat bagi orang munafik di akhirat, di antaranya tidak memperoleh rahmat Allah SWT, tidak dibersihkan dari dosa, serta mendapatkan azab yang pedih.

Sebagai upaya menghindari sifat munafik, ia menganjurkan umat Islam untuk menjaga kejujuran, menepati janji, dan menjaga amanah dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga salat berjemaah secara konsisten sebagai bentuk latihan kedisiplinan dan kejujuran spiritual.

“Menjaga salat berjemaah secara konsisten dapat melatih kedisiplinan dan kejujuran hati agar terhindar dari sifat munafik,” katanya.

Menutup tausiyahnya, Ustadz Bukhari mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga lisan dan amanah dalam setiap aktivitas agar terhindar dari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. “Mari kita senantiasa menjaga lisan dan amanah agar tidak termasuk golongan orang yang merugikan diri sendiri di hadapan Allah SWT,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....