Menemukan Ketenangan Jiwa dengan Mengadu Hanya Kepada Allah
- 05 Feb 2026 19:04 WIB
- Lhokseumawe
RRI CO.ID,Lhokseumawe - Kehidupan manusia tidak selamanya berjalan mulus sesuai dengan yang dicita-citakan, melainkan penuh dengan ujian, tantangan, dan kekurangan sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Dalam tausiyahnya di RRI Pro 1 Lhokseumawe.
Ustadz Syaiful Azhar menjelaskan bahwa setiap cobaan berupa kesedihan, kekecewaan, maupun kekurangan harta adalah cara Allah untuk melihat sejauh mana ketabahan dan kesabaran hamba-Nya. Beliau menekankan bahwa kondisi sulit bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bisa menjadi awal dari kehidupan baru yang lebih baik jika dihadapi dengan sikap yang tepat sesuai tuntunan agama.
Seringkali manusia terjebak dengan kebiasaan mengadu atau curhat kepada sesama manusia, baik secara langsung maupun melalui media sosial, dengan harapan mendapatkan kepuasan hati.
Ustadz Syaiful mengingatkan bahwa bergantung kepada manusia seringkali berujung pada kekecewaan karena sifat manusia yang dinamis dan tidak selalu tulus dalam mendengar kesulitan orang lain. Alih-alih mendapatkan solusi, mengeluh kepada manusia justru berisiko menambah masalah baru, seperti tersebarnya rahasia pribadi atau munculnya nasihat yang tidak membawa kemaslahatan.
Tempat mengadu yang paling sempurna dan pemberi solusi sejati hanyalah Allah SWT, karena Dialah yang paling memahami latar belakang dan setiap persoalan hidup hamba-Nya.
Mengadu kepada Allah merupakan tanda keridaan seseorang terhadap takdir yang telah digariskan, sementara sering mengeluh kepada manusia bisa menjadi indikasi ketidakrelaan terhadap pemberian Allah.
Ia menyarankan umat Muslim untuk mendekatkan diri melalui ibadah, terutama dengan memperbanyak salat sunah dan memanfaatkan waktu-waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir atau waktu sahur untuk beristighfar dan memohon pertolongan.
Sebagai penutup, Ustadz Syaiful Azhar mengajak jemaah untuk mengamalkan doa yang pernah diucapkan Nabi Musa AS saat menghadapi kesulitan besar: "Allahumma lakal hamdu wa ilaikal mustaka wa antal musta’an".
Dengan memperbanyak zikir, selawat, dan membaca Al-Qur'an secara rutin, hati akan menjadi lebih tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh hiruk-pikuk penilaian manusia. Keyakinan yang kuat kepada Allah akan membuka pintu-pintu solusi yang tidak terduga, sehingga beban kehidupan yang terasa berat dapat dilewati dengan penuh kekuatan dan ketenangan jiwa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....