Empat Primata Indonesia Terancam Punah, Orangutan Ikut Terancam
- 31 Jan 2026 19:54 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Indonesia kembali menghadapi peringatan serius terkait kelestarian satwa liar. Sejumlah lembaga konservasi internasional menempatkan empat jenis primata dari Tanah Air dalam daftar spesies yang berada di ambang kepunahan. Keempatnya masuk kategori terancam hingga kritis, menandakan perlunya langkah perlindungan yang lebih kuat dan terkoordinasi.
Primata tersebut meliputi orangutan tapanuli yang hanya hidup di kawasan Batang Toru, Sumatera, simakobu endemik Kepulauan Mentawai, lutung sentarum dari wilayah Kalimantan Barat, serta tarsius sangihe yang terbatas di Pulau Sangihe. Populasi masing-masing spesies kini tersisa sangat sedikit akibat menyempitnya habitat, fragmentasi hutan, serta tekanan aktivitas manusia.
Orangutan tapanuli menjadi sorotan karena jumlah individunya diperkirakan hanya ratusan ekor dan hidup terpisah dalam beberapa kantong hutan. Kondisi serupa dialami simakobu yang populasinya merosot tajam dalam beberapa dekade terakhir. Sementara itu, lutung sentarum kini hanya ditemukan di sebagian kecil wilayah sebaran aslinya, dan tarsius sangihe menghadapi ancaman serius akibat terbatasnya ruang hidup di pulau kecil.
| Baca juga: Empat Anak Harimau Sumatra Lahir di Inggris |
Para pakar menilai, deforestasi, alih fungsi lahan, perburuan, serta perdagangan satwa ilegal menjadi faktor utama penurunan populasi primata. Terpisahnya habitat juga membuat kelompok-kelompok kecil primata terisolasi, sehingga rentan terhadap kepunahan lokal dan konflik dengan manusia.
Padahal, primata memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis. Melalui kebiasaan makan buah dan dedaunan, mereka membantu penyebaran biji, regenerasi hutan, hingga pengendalian serangga. Keberadaan primata bahkan kerap dijadikan indikator kesehatan suatu ekosistem.
Berbagai upaya konservasi telah dilakukan, mulai dari perlindungan habitat, rehabilitasi dan pelepasliaran, hingga edukasi publik. Namun, para pemerhati lingkungan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, dunia usaha, dan media agar pelestarian primata tidak berhenti pada wacana, melainkan menjadi gerakan bersama demi menjaga kekayaan hayati Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....