Ustadz Mirza Gunawan Bahas Esensi Hijrah Di RRI
- 30 Jan 2026 01:48 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Stasiun radio RRI PRO 1 Lhokseumawe kembali menghadirkan program spiritual yang mendalam melalui siaran bertajuk "HIJRAH". Pada edisi spesial yang berlangsung Kamis, 29 Januari 2026, program ini mengangkat tema "Muhasabah Malam Nisfu Sya'ban: Memulai Hidup Baru yang Lebih Berkah". Siaran yang dipandu oleh host Yuna Arie ini menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya di wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya, untuk merenung dan mempersiapkan diri menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Ustadz Mirza Gunawan, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum PW HUDA Lhokseumawe. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya momentum malam Nisfu Sya’ban sebagai waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri atau muhasabah. Menurut beliau, hijrah bukan sekadar perpindahan secara fisik, melainkan transformasi batin untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan berkomitmen menata kehidupan yang lebih sesuai dengan tuntunan agama agar mendapatkan keberkahan yang hakiki.
Selama durasi siaran kurang lebih 36 menit, Ustadz Mirza menjelaskan bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah saat di mana catatan amal manusia dilaporkan. Oleh karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh, memohon ampunan, serta memperbaiki hubungan baik dengan sesama manusia maupun dengan Allah SWT. Diskusi ini mengajak pendengar untuk menyadari bahwa setiap detik kehidupan yang diberikan adalah kesempatan emas untuk memulai lembaran baru yang lebih bersih dan penuh makna.
Interaksi dalam program ini terasa hangat dengan bimbingan Yuna Arie yang mampu menghidupkan suasana dialog di frekuensi FM 89.3 MHz. Melalui platform digital RRI Lhokseumawe Official, audiens tidak hanya bisa mendengarkan secara audio, tetapi juga menyaksikan proses diskusi secara visual. Kolaborasi antara narasumber yang kompeten dan media massa seperti RRI ini menunjukkan peran penting lembaga penyiaran publik dalam menyebarkan nilai-nilai positif dan edukasi keagamaan yang menyejukkan bagi masyarakat luas.
Sebagai penutup, pesan utama yang disampaikan dalam program ini adalah bahwa hidup yang berkah bermula dari keberanian untuk mengakui kesalahan masa lalu dan tekad kuat untuk memperbaiki diri. Dengan memanfaatkan momentum spiritual seperti Nisfu Sya’ban, diharapkan setiap individu mampu melakukan perubahan besar dalam kualitas ibadahnya. Artikel ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pintu pertobatan dan jalan menuju hidup yang lebih berkah selalu terbuka bagi mereka yang mau bersungguh-sungguh dalam berhijrah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....