Kapan Malam Nisfu Sya'ban 1447 H/2026 M?

  • 29 Jan 2026 09:41 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Setiap tahun, di pertengahan bulan Sya’ban, ummat Islam di seluruh penjuru dunia menantikan datangnya malam Nisfu Sya’ban, yaitu malam yang dijuluki dengan malam penuh ampunan dan keberkahan. Tahun 2026 ini, kita pun bersiap menyambutnya, menurut Kalender Hijriyah 1447 H yang dirilis oleh berbagai lembaga, termasuk Kementerian Agama RI, PBNU, dan Muhammadiyah, tanggal 15 Sya’ban pada tahun 2026 bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026 dalam kalender Masehi. Malamnya sendiri dimulai setelah waktu Maghrib pada Senin malam, tanggal 2 Februari 2026 hingga terbit fajar keesokan harinya.

Secara bahasa, “Nisfu” berarti pertengahan, sedangkan “Sya’ban” adalah bulan kedelapan dalam kalender Islam. Maka Nisfu Sya’ban adalah malam pertengahan bulan Sya’ban, yaitu tanggal 15 Sya’ban dalam hitungan Hijriyah. Dalam tradisi Islam, perubahan hari dimulai sejak matahari terbenam, bukan tengah malam sebagaimana penanggalan masehi.

Bagi banyak Muslim, Nisfu Sya'ban memiliki tempat yang istimewa di dalam hati. Tradisi menyambut malam ini dengan ibadah, dzikir, dan doa bukan sekadar rutinitas budaya, melainkan momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum menyongsong Ramadhan. Banyak kita dengar anjuran untuk memperbanyak amalan baik di malam ini sebagai bentuk persiapan spiritual menuju bulan suci yang akan datang.

Namun, di balik tradisi itu, sebagai seorang Muslim kita perlu berhati-hati dalam memilih amalan. Para ulama menekankan bahwa tidak ada doa atau amalan khusus yang wajib pada malam Nisfu Sya’ban yang secara pasti diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits shahih. Kendati demikian, banyak riwayat yang menunjukkan keutamaan memperbanyak doa dan istighfar pada malam-malam yang disebutkan sebagai saat doa mustajab, termasuk malam pertengahan Sya’ban.

Salah satu hadits yang sering dikutip dalam konteks ini adalah riwayat yang menyebutkan bahwa Allah SWT mengampuni makhluk-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, kecuali orang-orang yang menyekutukan-Nya atau yang bermusuhan satu sama lain. Riwayat ini memberikan kita motivasi untuk merendahkan diri, memohon ampunan, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.

Selain itu, bulan Sya’ban sendiri memiliki tempat yang mulia dalam sunnah Nabi SAW. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi SAW bersabda bahwa beliau sering sekali berpuasa di bulan Sya’ban dibanding bulan-bulan lain, karena beliau ingin amalannya diangkat kepada Allah ketika beliau dalam keadaan berpuasa. Ini menunjukkan betapa bulan ini, termasuk pertengahannya, adalah waktu yang penting untuk memperbanyak kebaikan meskipun tidak ada ibadah khusus yang diwajibkan.

Di zaman modern ini, umat Islam sering mengambil kesempatan pada malam Nisfu Sya’ban untuk memperbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdoa memohon hajat, dan memperbaiki diri. Semua amalan ini bukan sekadar ritual, tetapi bentuk kerinduan jiwa kepada Allah SWT yang selalu memberi ampunan dan kasih sayang tanpa batas. Selagi kita menjaga tauhid dan mengikuti sunnah Nabi SAW, setiap doa yang keluar dari hati yang tulus akan sampai kepada-Nya.

Akhirnya, mari kita jadikan Nisfu Sya’ban 2026 sebagai momentum untuk kembali memperbaiki diri, memperbanyak istighfar, dan menguatkan tekad menyambut bulan Ramadan dengan iman dan taqwa yang lebih baik. Semoga Allah menerima setiap doa, memperluas ampunan-Nya, dan menjadikan kita termasuk hamba yang selalu kembali kepada-Nya dengan rasa syukur. Wallahu 'alam Bissawaab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....