Egois Merusak Iman dan Hubungan
- 28 Des 2025 20:08 WIB
- Lhokseumawe
KBRN Lhokseumawe: Sifat egois menjadi salah satu penyakit hati yang dapat membawa dampak serius bagi kehidupan seseorang, baik secara pribadi, sosial, maupun spiritual. Hal tersebut disampaikan Ustadz Saifuddin Abbas, Lc., MH. dalam siaran Tausiah Sore di Pro1 RRI Lhokseumawe, Minggu (28/12/2025).
Ustadz Saifuddin menjelaskan bahwa salah satu bahaya utama dari sifat egois adalah menolak kebenaran. Ketika ego lebih dikedepankan, seseorang cenderung sulit menerima nasihat, merasa dirinya paling benar, serta menutup diri dari nilai-nilai kebaikan yang datang dari orang lain.
Bahaya kedua, lanjutnya, adalah hilangnya sifat rahmah atau kasih sayang dalam diri seseorang. Ego yang berlebihan menumbuhkan rasa takut kehilangan kesenangan pribadi, sehingga seseorang rela menyakiti atau bahkan mencelakai orang lain demi mempertahankan kepentingannya sendiri.
Ustadz Saifuddin mencontohkan kondisi tersebut dalam hubungan suami dan istri. Egoisme dalam rumah tangga dapat mencederai kasih sayang, menumbuhkan sikap saling menyalahkan, dan pada akhirnya merusak keharmonisan keluarga yang seharusnya dibangun atas dasar saling pengertian dan keikhlasan.
Selain itu, sifat egois juga dapat menggerus keimanan. Ketika iman melemah, kata Ustadz Saifuddin, seseorang akan lebih mudah melakukan kedzaliman, mengabaikan ketaatan, serta kehilangan kepekaan terhadap nilai kebenaran dan keadilan.
Tidak hanya berdampak secara individual, sifat egois juga membuat hubungan dengan sesama mukmin menjadi hambar. Kurangnya kepedulian, empati, dan rasa kebersamaan menjadikan ukhuwah Islamiyah melemah dan jarak sosial semakin terasa.
Ustadz Saifuddin mengingatkan bahwa saat iman berada dalam kondisi lemah, seseorang dikhawatirkan akan melakukan perbuatan yang tampak kecil, namun sejatinya telah menempatkannya di ambang kekufuran tanpa disadari.
Sebagai penutup Ustadz Saifuddin mengajak untuk meninggalkan sifat egois, saling menguatkan, menghilangkan sekat-sekat kepentingan pribadi, serta bergandeng tangan dalam kebaikan. Dengan begitu, kehidupan yang harmonis, penuh rahmah, dan diridhai Allah SWT dapat terwujud.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....