Introspeksi Hati dan Pemanfaatan Waktu Kunci Hidup Sesuai Syariat

  • 06 Des 2024 23:29 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Pengurus Tastafi kota Lhokseumawe, Tgk. Nazaruddin mengulas pentingnya introspeksi hati dan pemanfaatan waktu berdasarkan pandangan ulama.

Dalam dialog di RRI Lhokseumawe yang bertema diagnosa penyakit hati dan upaya preventif perspektif tasawuf, beliau menyampaikan bahwa, kesehatan hati manusia dapat dikategorikan ke dalam sepuluh jenis penyakit hati yang telah dirumuskan oleh para ulama.

"untuk mengetahui bahwa hati kita ini masih sehat atau sudah dalam keadaan sakit itu diberikan kategori oleh para ulama berarti artinya ada 10 kategori ini adalah bagian dari penyakit hati yang ada pada setiap manusia maka oleh karena itu jadi yang patut untuk kita bersyukur adalah Allah masih menitipkan usia umur kita dan masih sehat. Maka kesempatan itu harus kita gunakan dengan sebaik-baiknya." jelasnya.Jumat (6/12/2024).

Dr. Tgk. Nazaruddin merujuk pada nasihat Al-Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali yang menekankan pembagian waktu dalam sehari.

“Tentu oleh para ulama menyampaikan salah satu dari antaranya ungkapan Al hujjatul Islam imam Al Ghazali, sesungguhnya di dalam 24 jam itu ada 3 waktu yang harus kita bagikan oleh setiap orang yang pertama adalah 8 jam untuk istirahat 8 jam untuk ibadah dan 8 jam untuk mencari nafkah. Jadi sesungguhnya ketiga-tiganya ini adalah ibadah, cuma sekarang mungkin kita di dalam menata kehidupan ini barangkali lalai dengan kebiasaan-kebiasaan yang menurut kita itu baik, tapi secara kacamata agama itu sesuatu yang dianggap salah” tambahnya.

Namun, ia menyoroti bahwa banyak dari kita kerap terjebak dalam kebiasaan yang dianggap baik menurut pandangan umum, tetapi keliru dalam kacamata agama. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan waktu sesuai dengan syariat yang digariskan.

Pesan ini menjadi pengingat penting bahwa pengelolaan waktu bukan hanya persoalan duniawi, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan spiritual. Tgk. Nazaruddin menegaskan bahwa dengan menjalani hidup sesuai tuntunan agama, setiap detik yang kita miliki dapat menjadi ladang pahala.

(Penulis: cahaya bulan tari).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....