Perbedaan Aqiqah dan Syukuran dengan Makna Berbeda

  • 30 Nov 2024 18:07 WIB
  •  Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe : Tradisi dalam masyarakat Indonesia kerap diwarnai dengan berbagai kegiatan keagamaan dan budaya, seperti aqiqah dan syukuran. Meski sering dianggap serupa, kedua kegiatan ini memiliki perbedaan mendasar.

Syekh Ahmad seorang tengku asal bireuen menjelaskan bahwa aqiqah adalah ibadah sunnah yang dianjurkan bagi orang tua yang baru dikaruniai anak. “Aqiqah dilakukan dengan menyembelih hewan kambing, yakni dua ekor untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan, biasanya pada hari ketujuh, keempat belas, atau kedua puluh satu setelah kelahiran,” ujarnya,

Sementara itu, syukuran lebih bersifat umum dan fleksibel. Menurut syekh ahmad syukuran bisa dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti pernikahan, pindah rumah, atau mendapatkan pekerjaan baru. “Syukuran tidak memiliki aturan khusus dalam agama. Biasanya hanya berupa doa bersama dan makan-makan sebagai bentuk rasa syukur,” jelasnya.

Syekh juga menekankan bahwa meskipun aqiqah dan syukuran berbeda secara teknis dan hukum, keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mengungkapkan rasa syukur kepada Allah. “Yang terpenting adalah niatnya,” tambahnya.

Dengan pemahaman ini, masyarakat diharapkan dapat menjalankan tradisi dengan lebih baik dan sesuai dengan tuntunan agama.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....