Aceh Utara dan PHE NSO Bersatu Pulihkan Hutan Cot Girek

  • 21 Agt 2026 14:08 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CI.ID, Aceh Utara — Upaya menjaga hutan dan keanekaragaman hayati di Lanskap Cot Girek, Aceh Utara, kembali digerakkan. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bersama PT Pertamina Hulu Energi North Sumatera Offshore (PHE NSO), Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan HAM (LPLHa), serta masyarakat Gampong Peureupok menanam pohon di kawasan Stasiun Penelitian dan Rehabilitasi Keanekaragaman Hayati (KEHATI), Kamis 20 Agustus 2026.

Penanaman tersebut menjadi bagian dari rangkaian peresmian Stasiun KEHATI Lanskap Cot Girek sekaligus langkah nyata memperkuat pemulihan ekosistem dan menjaga habitat berbagai satwa liar di kawasan tersebut.

Meranti, mahoni dan aren menjadi beberapa jenis pohon yang ditanam secara bersama-sama. Penanaman dilakukan di sejumlah titik dengan menyesuaikan karakteristik dan kondisi masing-masing lokasi.

Dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, penanaman simbolis dilakukan Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh Utara, M. Nasir, S.Sos., M.Si., bersama Kepala Dinas Perkebunan, Sekretaris Bappeda serta Kepala Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Samsol Rizal.

Sementara dari PHE NSO, penanaman dilakukan Manager Environment Regional 1, Ardyan Cahyo, didampingi perwakilan LPLHa. Aparatur Gampong Peureupok dan masyarakat juga ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.

Kolaborasi lintas pihak itu menjadi pesan penting bahwa menjaga hutan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah maupun lembaga konservasi semata. Masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan memiliki peran besar dalam memastikan upaya perlindungan lingkungan dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Penanaman pohon diharapkan meningkatkan tutupan vegetasi sekaligus membantu memulihkan habitat satwa liar di Lanskap Cot Girek. Kawasan ini diketahui menjadi salah satu ruang penting bagi keberlangsungan satwa liar, termasuk gajah Sumatra.

Keberadaan Stasiun KEHATI Lanskap Cot Girek yang diselenggarakan LPLHa juga diarahkan untuk memperkuat kegiatan penelitian, pemantauan keanekaragaman hayati dan rehabilitasi ekosistem. Lebih jauh, keberadaannya diharapkan mendukung upaya mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar.

Bagi masyarakat Gampong Peureupok, keterlibatan langsung dalam penghijauan menjadi bagian dari membangun kesadaran bahwa kelestarian hutan berkaitan erat dengan keberlangsungan kehidupan di sekitarnya.

Dari satu pohon yang ditanam hari ini, upaya konservasi diharapkan tumbuh menjadi gerakan yang lebih besar—menjaga hutan, mempertahankan habitat satwa dan memastikan Lanskap Cot Girek tetap menjadi ruang hidup bagi keanekaragaman hayati Aceh Utara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....