BPJS Ketenagakerjaan Langsa Bekali Ahli Waris Jadi Wirausaha
- 19 Agt 2026 14:15 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Langsa - Sebanyak 10 penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa mendapat pembekalan untuk mengembangkan kemandirian ekonomi melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Rabu 19 Agustus 2026.
Pelatihan yang berlangsung di SMK Negeri 3 Langsa, Selasa (18/8/2026), tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan usaha, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan agar santunan yang diterima dapat dimanfaatkan secara produktif.
Program PEKA mempertemukan sejumlah pihak, mulai dari BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kota Langsa, sektor perbankan hingga lembaga pendidikan. Peserta mendapatkan materi literasi keuangan, peluang usaha, serta praktik pengolahan makanan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk komersial.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Langsa, Eriadi, mengatakan PEKA merupakan bentuk pengembangan manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan. Santunan yang diberikan kepada ahli waris, menurutnya, diharapkan dapat menjadi titik awal untuk membangun kembali ketahanan ekonomi keluarga.
“Ahli waris yang hadir merupakan keluarga dari peserta yang sebelumnya menjadi pencari nafkah. Kami ingin santunan yang mereka terima dapat dikelola dengan baik dan sebagian dapat dikembangkan untuk memperkuat ekonomi keluarga,” ujar Eriadi.
Ia menjelaskan, pendekatan tersebut sejalan dengan konsep Value Beyond Protection. Artinya, manfaat BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti ketika santunan dibayarkan, tetapi dilanjutkan melalui program yang mendorong penerima manfaat memiliki keterampilan dan peluang ekonomi.
Menurut Eriadi, keberadaan pemerintah daerah, dunia pendidikan dan perbankan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan bagi keluarga pekerja.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Langsa, Khairul Ichsan, yang membuka kegiatan tersebut, menilai PEKA memberikan pendekatan berbeda dalam membantu keluarga penerima manfaat.
Ia menyebut peserta tidak hanya diberikan teori kewirausahaan, tetapi juga diarahkan memahami proses produksi hingga pemasaran.
“Materinya cukup menyeluruh. Peserta belajar membuat produk sekaligus memahami bagaimana produk tersebut dikemas dan dipasarkan. Ini penting agar keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat menjadi peluang usaha,” kata Khairul.
Dalam kegiatan tersebut, BSI KC Langsa Ahmad Yani juga memberikan edukasi mengenai layanan BSI Agent. Peserta diperkenalkan dengan peluang usaha keagenan perbankan, mulai dari persyaratan, mekanisme layanan hingga potensi pengembangannya.
Kepala BSI KC Langsa Ahmad Yani, Husin Purba, mengatakan literasi keuangan menjadi bagian penting agar penerima manfaat mampu mengelola dana yang dimiliki secara lebih terencana.
“Kami berharap pengetahuan yang diberikan dapat membantu peserta melihat dana santunan bukan hanya sebagai bantuan untuk kebutuhan sesaat, tetapi juga sebagai salah satu sumber modal yang dapat dikembangkan,” ujarnya.
Sementara itu, SMK Negeri 3 Langsa mengambil peran melalui pelatihan keterampilan pengolahan pangan. Para peserta mempraktikkan pembuatan sambal ikan kayu atau keumamah, sekaligus mempelajari teknik pengemasan dan pemasaran.
Kepala SMK Negeri 3 Langsa, Halimahtussakdiah, mengatakan keterampilan tersebut dipilih karena memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk usaha rumahan.
“Peserta tidak hanya belajar proses memasak, tetapi juga bagaimana menghasilkan produk yang layak dikemas dan memiliki nilai jual,” katanya.
Ia menjelaskan, PEKA mengedepankan tiga tahapan utama, yaitu pelatihan, produktivitas dan profit. Ketiganya diharapkan mampu mendorong peserta mengubah keterampilan menjadi aktivitas ekonomi yang menghasilkan.
BPJS Ketenagakerjaan menargetkan program tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Dampak yang lebih penting adalah munculnya usaha baru, peningkatan keterampilan serta bertambahnya sumber pendapatan bagi keluarga penerima manfaat.
Kolaborasi lintas sektor juga dinilai menjadi kunci agar keluarga pekerja yang kehilangan pencari nafkah tetap memiliki kesempatan untuk bangkit dan menata kembali kondisi ekonominya.
Melalui Program PEKA, BPJS Ketenagakerjaan berupaya memperluas makna perlindungan sosial. Santunan diberikan untuk membantu keluarga menghadapi risiko, sementara pemberdayaan diarahkan agar keluarga penerima manfaat memiliki kemampuan membangun masa depan secara lebih mandiri dan produktif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....