Unimal Dorong Keterampilan Vokasional ABK melalui Media Audiovisual Interaktif
- 15 Agt 2026 20:21 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Tim dosen Universitas Malikussaleh (Unimal) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SLB Negeri Aneuk Nanggroe Lhokseumawe dengan fokus pada pemberdayaan keterampilan vokasional anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui media audiovisual interaktif dan game edukasi. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap pada 30–31 Juli, 6–7 Agustus, dan 12–14 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Keterampilan Vokasional Anak Berkebutuhan Khusus melalui Psikoedukasi Berbasis Konten Audiovisual Interaktif dan Game Edukasi: Pelatihan dan Pendampingan bagi Guru Sekolah Luar Biasa” tersebut merupakan Program Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun Pendanaan 2026, melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mendampingi pengembangan keterampilan vokasional ABK melalui pemanfaatan teknologi. Rangkaian kegiatan disusun secara bertahap, mulai dari penguatan konsep psikoedukasi, pengembangan konten audiovisual interaktif, hingga pembuatan game edukasi berbasis digital yang dapat diterapkan dalam pembelajaran.
Kepala SLB Negeri Aneuk Nanggroe Lhokseumawe, Samhudi, S.Pd., dalam pembukaan kegiatan menyambut baik program tersebut. Menurutnya, keterampilan vokasional menjadi bagian penting dalam pendidikan ABK karena berkaitan dengan pengembangan kemampuan dan kemandirian peserta didik. Pemanfaatan teknologi juga dinilai dapat memberikan alternatif bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
“Setiap anak memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, guru membutuhkan variasi pendekatan dan media agar keterampilan yang diberikan lebih mudah dipahami dan dipraktikkan. Kami berharap pelatihan dan pendampingan ini dapat memberikan keterampilan baru bagi guru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran,” ujar Samhudi.
Rangkaian kegiatan dimulai pada 30 Juli 2026 dengan seminar mengenai konsep psikoedukasi keterampilan vokasional serta pentingnya penggunaan konten audiovisual interaktif dan game edukasi bagi ABK. Materi disampaikan oleh Zurratul Muna, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi Universitas Malikussaleh.
Pada sesi tersebut, guru memperoleh penguatan mengenai pentingnya memahami kondisi psikologis, karakteristik, kemampuan, serta kebutuhan individual peserta didik dalam mengembangkan keterampilan vokasional.
Media audiovisual dan game edukasi diperkenalkan sebagai alternatif untuk menyajikan aktivitas secara lebih konkret melalui unsur visual, audio, demonstrasi, interaksi, dan pengulangan.
Penguatan konsep tersebut menjadi landasan bagi guru sebelum memasuki tahapan pengembangan media.
Kegiatan dilanjutkan pada 31 Juli dan 6 Agustus 2026 dengan pelatihan penggunaan Renderforest yang dipandu oleh Amam Taufiq Hidayat, S.Si., M.Sc., dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Malikussaleh.
Para guru didampingi dalam mengembangkan konten audiovisual interaktif yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran keterampilan vokasional.
Melalui media audiovisual, tahapan suatu keterampilan dapat disajikan secara lebih sistematis dan konkret. Peserta didik tidak hanya memperoleh instruksi secara verbal, tetapi juga dapat melihat contoh aktivitas yang dapat ditayangkan kembali sesuai kebutuhan.
Guru juga diarahkan agar konten yang dikembangkan tetap sederhana dan mempertimbangkan karakteristik peserta didik.
Selanjutnya, kegiatan pada 7 Agustus serta 12–14 Agustus 2026 difokuskan pada pengembangan game edukasi berbasis digital.
Materi dan pendampingan diberikan oleh Haves Qausar, S.Si., M.Mat., dosen Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Malikussaleh.
Pada tahapan tersebut, para guru memanfaatkan Educaplay, Autispark, dan BookWidgets untuk mengembangkan aktivitas pembelajaran interaktif. Berbagai aplikasi tersebut dapat digunakan untuk merancang latihan, penguatan, pengenalan objek, maupun aktivitas lain yang mendukung pembelajaran keterampilan vokasional.
Guru tidak hanya diperkenalkan dengan aplikasi, tetapi juga melakukan praktik dan memperoleh pendampingan dalam mengembangkan media yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui kolaborasi Universitas Malikussaleh dan SLB Negeri Aneuk Nanggroe Lhokseumawe, keterampilan dan media yang dikembangkan selama kegiatan diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh guru.
Pada akhirnya, penguatan kapasitas guru tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan keterampilan vokasional sekaligus mendorong kemandirian ABK dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....