Lima Tahun Ngajar Ngaji Gratis, Katratunida Dihadiahi Jenderal TNI Rumah Baru
- 13 Agt 2026 22:14 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Ketulusan dalam mengabdi sering kali mendatangkan rezeki yang tidak disangka-sangka. Hal inilah yang dirasakan oleh Katratunida (28), seorang guru ngaji di Desa Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Kamis 13 Agustus 2026.
Selama lima tahun terakhir, Ia tanpa pamrih mendidik puluhan anak-anak di pedalaman Aceh Utara untuk membaca Al-Qur'an tanpa memungut biaya sepeser pun. Namun di balik kegigihannya, Katratunida bersama suaminya, Khodirun, dan kedua anak mereka harus tinggal di sebuah rumah yang nyaris lapuk, berdinding rapuh, dan beratap daun rumbia yang bocor di sana-sini.

"Kalau hujan, air langsung masuk. Anak-anak saya sampai bilang, 'Ibu, rumah kita kebanjiran.' Demi menenangkan mereka, saya terpaksa menghibur dan bilang, 'Enggak apa-apa, ayo kita nonton air terjun di dalam rumah.' Padahal, di dalam hati saya menangis," ungkap Katratunida dengan mata berkaca-kaca.
Setiap hari, rumah sempit dan lapuk tersebut menjadi tempat belajar bagi sekitar 35 santri dan pembinaan 20 remaja untuk perlombaan keagamaan seperti MTQ. Karena keterbatasan tempat, proses belajar sering kali harus dibagi menjadi beberapa gelombang atau menumpang di balai desa. Katratunida tidak pernah mematok tarif, Ia hanya menerima infak sukarela seikhlasnya dari orang tua santri bagi yang memberi.
Bak mendapat mukjizat, impian Katratunida untuk memiliki rumah layak akhirnya terwujud. Peristiwa itu bermula saat sejumlah prajurit TNI sedang melakukan survei jembatan rusak akibat banjir di desanya yang kini tengah dibangun baru jembatan gantung garuda dikerjakan secara gotong-royong oleh para prajurit TNI bersama warga,

Seorang Jenderal TNI meminta izin masuk sampai ke dapur rumahnya yang memprihatinkan. Beliau kemudian berkata, "Ya sudah, rumah ini kita buat permanen ya, Bu."
Katratunida belakangan baru mengetahui bahwa sosok berbintang satu itu adalah Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, yang merupakan putra asli daerah Aceh.
Aksi bedah rumah ini merupakan tindak lanjut program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Brigjen TNI Ali Imran. Saat ini, proses pembongkaran rumah lama sudah mulai dilakukan secara gotong royong oleh prajurit Koramil 02 Kuta Makmur jajaran Kodim 0103/Aceh Utara bersama masyarakat setempat.
Danramil 02 Kuta Makmur, Letda Infanteri Andriyanto, menyampaikan bahwa renovasi total menjadi bangunan permanen ini ditargetkan rampung dalam waktu 20 hari ke depan.
"Kami berharap rumah baru ini tidak hanya memberikan tempat tinggal yang aman bagi Ibu Katratunida sekeluarga, tetapi juga menjadi tempat yang representatif bagi beliau untuk terus mengajar ilmu agama kepada santri-santrinya," ujar Letda Inf Andriyanto.
Bagi Katratunida, bantuan ini adalah jawaban langsung dari Allah SWT atas doa-doanya selama ini.
"Kami sangat bersyukur atas kepedulian Bapak Jenderal Ali Imran kepada warga pedalaman seperti kami. Semoga Beliau selalu diberikan kesehatan untuk memimpin Aceh menjadi lebih baik," pungkas Katratunida
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....