TNI Renovasi Total Rumah Guru Ngaji yang Tak Layak Huni

  • 11 Agt 2026 17:09 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, ‎Aceh Utara - Menindaklanjuti arahan Komandan Korem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran, prajurit TNI dari Koramil 02/Kuta Makmur, Kodim 0103/Aceh Utara, mulai membongkar rumah milik Katratunida (28), seorang guru ngaji di Gampong Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, pada Selasa, 11 Agustus 2026.

‎Rumah tersebut merupakan penerima program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari TNI Angkatan Darat. Rumah Katratunida akan direnovasi secara total dengan melibatkan prajurit TNI, masyarakat, serta unsur Muspika Kecamatan Kuta Makmur.

‎Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Faisal S.Sos., M.Si., melalui Danramil 02/Kuta Makmur, Letda Inf Andriyanto mengatakan, pembongkaran rumah tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Komandan Korem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran.

‎Menurutnya, pembangunan dilakukan bersama masyarakat dan melibatkan unsur Muspika Kecamatan Kuta Makmur. Renovasi akan dilakukan secara menyeluruh agar rumah tersebut menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman bagi keluarga Katratunida.

‎"Setelah pembongkaran ini, rumah akan kita renovasi total. Target pengerjaan sekitar 20 hari ke depan," kata Letda Inf Andriyanto.

‎Ia berharap, setelah selesai dibangun, rumah tersebut dapat memberikan manfaat bagi Katratunida, suaminya, dan kedua anak mereka. Selain menjadi tempat tinggal yang layak, rumah tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas Katratunida dalam mengajarkan ilmu agama kepada puluhan santrinya.

‎Program renovasi RTLH ini menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan, sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat yang selama ini berkontribusi dalam kegiatan sosial dan pendidikan keagamaan di lingkungan tempat tinggalnya.

‎Sementara itu, Katratunida penerima RTLH dari TNI menyampaikan, selama sekitar lima tahun terakhir mengabdikan diri mengajarkan ilmu agama kepada masyarakat. Setiap hari, ia mengajar ngaji mulai dari tingkat Iqra, Al-Qur'an hingga kitab. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 35 santri, mulai dari anak usia TK hingga SMP.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....