Kemarau Melanda, Sejumlah Desa di Aceh Tamiang Krisis Air Bersih
- 08 Agt 2026 10:56 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Tamiang – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang dalam sebulan terakhir mulai memicu krisis air bersih di sejumlah desa. Kondisi ini terjadi setelah sumber air warga mulai mengering, sementara layanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) belum sepenuhnya pulih akibat perbaikan jaringan pascabanjir. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) korban banjir. Sabtu ,8 Agustus 2026
BPBD Aceh Tamiang telah mendistribusikan air bersih ke sejumlah lokasi terdampak, di antaranya Desa Paya Bedi, Kampung Dalam, Karang Baru, dan Kampung Landong. Saat ini, BPBD mengoperasikan enam unit mobil tangki air berstatus pinjam pakai dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah daerah mengusulkan agar enam mobil tangki tersebut dapat dihibahkan menjadi aset daerah. Selain itu, pembangunan sumur bor di kawasan huntara dan huntap juga diusulkan guna memastikan ketersediaan air bersih, terutama saat musim kemarau.
Kepada RRI, Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aji Lingga, mengatakan pemerintah terus memantau kondisi di lapangan dan memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, kecamatan hingga pemerintahan desa untuk mengantisipasi berbagai dampak musim kemarau. Selain krisis air bersih, pemerintah mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan yang meningkat saat cuaca panas. Masyarakat diimbau menggunakan air secara hemat dan bijak serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....