BPBD Petakan Wilayah Rawan Banjir Pasca Cuaca Ekstrem
- 07 Agt 2026 11:30 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe menyebut sejumlah wilayah mengalami perubahan tingkat kerawanan banjir setelah cuaca ekstrem yang terjadi pada November 2025.
Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Kota Lhokseumawe, Zainab Maryati, S.Pi, mengatakan dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kota Lhokseumawe saat ini masih dalam proses penyusunan. Meski demikian, BPBD telah memiliki pemetaan awal berdasarkan pengalaman kejadian bencana di lapangan.
Ia menjelaskan, kawasan Blang Mangat masih menjadi daerah yang paling sering terdampak banjir. Selain itu, beberapa wilayah di Muara Dua dan Muara Satu juga kini masuk dalam perhatian BPBD setelah mengalami banjir akibat cuaca ekstrem tahun lalu.
Sementara itu, Kecamatan Banda Sakti dinilai relatif aman dari banjir besar dan umumnya hanya mengalami genangan sementara saat hujan deras. Namun, kondisi tersebut berbeda ketika terjadi hujan ekstrem seperti pada November 2025 yang menyebabkan genangan meluas.
Selain banjir, BPBD mengidentifikasi sejumlah potensi bencana lain yang perlu diwaspadai masyarakat, seperti banjir rob, kebakaran lahan, kebakaran rumah akibat korsleting listrik, serta angin kencang.
BPBD berharap pengalaman bencana pada tahun lalu menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Masyarakat diimbau agar tidak menganggap remeh potensi bencana, karena bencana dapat datang kapan saja tanpa peringatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....