Revitalisasi Sekolah Aceh Utara Terhambat Kelangkaan dan Harga Semen
- 29 Jul 2026 18:48 WIB
- Lhokseumawe
RRI .CO.ID, Aceh Utara - Program revitalisasi gedung sekolah di Kabupaten Aceh Utara menghadapi tantangan serius akibat kelangkaan pasokan dan melonjaknya harga semen di pasaran. Kondisi tersebut membuat sejumlah kepala sekolah kesulitan melanjutkan pekerjaan fisik yang sedang berlangsung, bahkan terpaksa menunda pembelian material demi menghindari pelanggaran aturan.
Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Tanah Jambo Aye, M. Yusuf, Rabu 29 Juli 2026 mengatakan para kepala sekolah kini berada dalam situasi yang serba sulit. Selain stok semen yang terbatas, harga di pasaran juga meningkat tajam sehingga membebani pelaksanaan revitalisasi.
"Kepala sekolah saat ini mengalami dilema. Harga semen merek Merah Putih di tingkat toko sudah mencapai Rp90.000 per sak, belum termasuk biaya angkut ke lokasi sekolah," ujar Yusuf. Menurutnya, harga tersebut jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya yang berkisar Rp60.000 per sak.
Ia menjelaskan, persoalan semakin rumit karena petunjuk teknis mengharuskan penggunaan semen merek Andalas atau Dinamix. Sayangnya, kedua merek tersebut sulit ditemukan di pasaran. Kalaupun tersedia, harganya jauh lebih mahal dibandingkan merek lain sehingga sekolah tidak memiliki banyak pilihan.
Akibat kondisi itu, sejumlah sekolah memilih menunda pekerjaan konstruksi sambil menunggu kepastian pasokan maupun arahan resmi dari pemerintah. Langkah tersebut dilakukan agar penggunaan anggaran revitalisasi tetap sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.
Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pembinaan Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, Herman, S.Pd., M.Pd., mengatakan pihaknya telah menginventarisasi sekolah-sekolah yang terdampak dan terus berkoordinasi untuk mencari solusi.
"Kami memahami kendala yang dihadapi para kepala sekolah terkait kelangkaan pasokan dan lonjakan harga semen merek tertentu. Kami sedang menginventarisasi sekolah-sekolah yang terdampak serta melakukan koordinasi intensif untuk mencari solusi terbaik," ujar Herman.
Ia juga mengimbau seluruh kepala sekolah agar tetap tenang dan selalu berkoordinasi dengan Tim Teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara sebelum mengambil keputusan yang dapat berdampak pada kualitas pekerjaan maupun administrasi keuangan. Diharapkan, solusi segera ditemukan agar program revitalisasi sekolah tetap berjalan sesuai target tanpa melanggar regulasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....