Kerusakan Irigasi Ancam Musim Tanam, Warga Aceh Timur Minta Haji Uma Kawal Penangan
- 27 Jul 2026 20:43 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Timur – Kerusakan tanggul dan jaringan irigasi yang belum pulih pascabanjir hidrometeorologi pada akhir 2025 mulai mengancam sektor pertanian di Kabupaten Aceh Timur. Masyarakat dari Kecamatan Simpang Ulim, Pante Bidari, dan Julok khawatir ribuan hektare sawah tidak dapat ditanami pada musim tanam mendatang jika penanganan tidak segera dilakukan.
Kondisi tersebut menjadi pembahasan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Tanggap Darurat Tanggul dan Irigasi yang berlangsung di Kantor Camat Simpang Ulim, Senin 27 Juli 2026, Pertemuan diikuti unsur pemerintah kecamatan, para keuchik, Keujruen Blang, Mantri Tani, serta Staf Ahli Anggota DPD RI Haji Uma, Muhammad Furqan.
Dalam forum itu, para peserta menyepakati sebuah berita acara yang berisi permohonan kepada Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman (Haji Uma), agar mengawal percepatan penanganan kerusakan infrastruktur pertanian melalui pemerintah pusat.
Camat Simpang Ulim, Muhammad Yusuf, mengatakan kerusakan tanggul dan saluran irigasi telah menghambat pasokan air ke lahan pertanian. Apabila tidak segera diperbaiki, ribuan hektare sawah berpotensi gagal ditanami dan berdampak terhadap ketahanan pangan masyarakat.
Rapat tersebut juga menghasilkan sejumlah usulan prioritas, di antaranya rehabilitasi tanggul, perbaikan jaringan irigasi, normalisasi saluran air, penanganan kerusakan jembatan, serta pengamanan sejumlah titik yang terdampak banjir agar distribusi air ke areal persawahan kembali normal.
Menurut Muhammad Yusuf, percepatan perbaikan infrastruktur irigasi sangat penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pertanian sekaligus melindungi mata pencaharian ribuan petani di wilayah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....