Keuchik Meunasah Mesjid Soroti Krisis Moral dan Spiritual Remaja
- 18 Jul 2026 12:27 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe – Pengaruh globalisasi dan digitalisasi yang kian masif kini mulai memicu kekhawatiran di tingkat akar rumput. Kepala Desa (Keuchik) Meunasah Mesjid, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhotseumawe, Murtada, secara terbuka menyoroti terjadinya pergeseran nilai secara signifikan di kalangan generasi muda saat ini.
Menurutnya, perubahan zaman yang tidak dibarengi dengan filter yang kuat telah memicu krisis moral, etika, hingga spiritual pada remaja.
Murtada menggarisbawahi tiga poin utama yang menjadi potret perubahan perilaku remaja saat ini akibat arus globalisasi:
Krisis Adab dan Etika terhadap Orang Tua: Murtada mengenang bagaimana nilai adab dulunya sangat dihormati dan dijunjung tinggi, terutama cara remaja bersikap kepada orang yang lebih tua. Namun saat ini, ia menilai moralitas tersebut sudah mulai luntur dan berada dalam kondisi krisis.
Pergaulan yang Kebablasan: Tantangan interaksi sosial remaja masa kini juga dinilai semakin mengkhawatirkan. Menurutnya, gaya berpacaran anak muda zaman sekarang sudah berlebihan dan melampaui batas kewajaran.
Pergeseran Spiritual dan Pola Hidup: Perubahan yang paling mencolok terlihat pada aktivitas malam hari. Jika dahulu remaja menghabiskan malam dengan mengaji lalu beristirahat, kini mereka justru terbiasa bergadang hingga pukul 04.00 subuh untuk hal yang tidak produktif, lalu melewatkan waktu pagi dengan tidur.
Murtada tidak menampik bahwa pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan ponsel pintar (handphone), menjadi salah satu faktor utama rusaknya pola hidup anak muda. Ketergantungan pada elektronik membuat mereka abai terhadap lingkungan sekitar.
"Anak-anak kita sangat terpengaruh karena selalu sibuk dengan elektronik atau HP. Hal ini sangat berdampak buruk sehingga mutu dan kualitas generasi muda kita menjadi sangat berkurang," ujar Murtada, Jumat 17 Juli 2026.
Melihat fenomena pergeseran nilai yang sangat signifikan ini, Murtada mengajak seluruh elemen masyarakat dan orang tua untuk tidak tinggal diam. Perlu adanya langkah konkret untuk membentengi anak-anak agar tidak semakin terseret arus negatif digitalisasi.
"Perubahan ini perlu segera diatasi dan kita benahi bersama. Peningkatan kualitas moral anak-anak harus ditingkatkan agar mereka tidak terus terpengaruh oleh dampak buruk globalisasi ini," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....