Jembatan Perintis Garuda, Titian Asa bagi Warga Desa Ara dan Dayah Aceh Utara
- 07 Jul 2026 15:56 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara – Harapan masyarakat Desa Ara, Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara, untuk memiliki akses yang lebih aman dan layak menuju Desa Dayah kini semakin mendekati kenyataan. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III yang dilaksanakan oleh personel Kodim 0103/Aceh Utara bersama masyarakat setempat telah mencapai progres 100 persen. Di balik setiap bentangan rangka baja yang berdiri, tersimpan harapan baru akan kemudahan hidup bagi ribuan warga yang selama ini menggantungkan aktivitas sehari-hari pada akses yang terbatas. Selasa 7 Juli 2026.
Jembatan gantung sepanjang 75 meter dengan lebar 2,5 meter dan tinggi 14 meter itu dibangun untuk menghubungkan dua desa yang selama ini dipisahkan oleh sungai. Kehadirannya diharapkan menjadi urat nadi baru bagi mobilitas masyarakat, mulai dari anak-anak yang berangkat ke sekolah, petani yang membawa hasil panen, hingga warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Pembangunan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI dan masyarakat mampu melahirkan karya yang manfaatnya akan dirasakan dalam jangka panjang.

Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat. Menurutnya, kehadiran jembatan tidak hanya memperpendek jarak tempuh, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperlancar aktivitas sosial, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedalaman. "Kami ingin jembatan ini menjadi penghubung harapan. Melalui semangat gotong royong bersama masyarakat, kami berupaya menyelesaikan pembangunan dengan hasil terbaik agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh warga," ujarnya.
Antusiasme masyarakat terlihat setiap hari selama proses pembangunan berlangsung. Afni (33) Seorang warga Desa Ara mengaku bersyukur karena impian memiliki jembatan yang layak akhirnya terwujud. Menurutnya, selama bertahun-tahun warga harus memutar jalan atau menyesuaikan perjalanan dengan kondisi sungai. "Kami sangat berterima kasih sama bapak tentara. Jembatan ini akan sangat membantu kehidupan kami. Semoga segera selesai sehingga anak-anak bisa berangkat sekolah dengan lebih aman dan hasil kebun kami lebih mudah dibawa ke pasar," katanya.
Bagi masyarakat Desa Ara dan Desa Dayah, jembatan ini bukan sekadar sarana penyeberangan. Lebih dari itu, ia menjadi simbol hadirnya kepedulian negara di tengah masyarakat, memperkuat semangat kebersamaan, serta membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik. Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 100 persen berfungsi warga kini menanti hari ketika langkah pertama melintasi jembatan itu menjadi awal dari tumbuhnya harapan, kemajuan, dan kesejahteraan bagi generasi yang akan datang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....