KTNA Lhokseumawe: Petani Kita Sekarang Hidup Segan Mati Tak Mau
- 22 Jun 2026 17:19 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Lhokseumawe menyoroti kondisi memprihatinkan yang dialami oleh para petani di kawasan tersebut. Di tengah pesatnya perkembangan zaman, kehidupan para petani lokal dinilai berjalan di tempat, bahkan diibaratkan seperti "hidup segan mati tak mau."
Sekretaris KTNA Lhokseumawe, Sugito Tasan, mengungkapkan bahwa akar masalah dari keterpurukan ini adalah minimnya perhatian dan pembinaan dari pemangku kepentingan (stakeholder), khususnya pemerintah daerah setempat. Akibatnya, petani terpaksa bertahan hidup secara mandiri dengan keterbatasan modal dan pengetahuan.
"Petani-petani kita ini hidupnya hanya mengandalkan kemampuan secara mandiri, dan sedikit sekali yang mendapatkan pembinaan dan pembimbingan dari pemerintah daerah," ujar Sugito saat diwawancarai RRI Lhokseumawe, Senin 22 Juni 2026.
Menurut Sugito, ketiadaan pembinaan membuat sektor pertanian di Lhokseumawe belum tersentuh oleh inovasi teknologi modern. Padahal, inovasi sangat dibutuhkan untuk mendongkrak produktivitas hasil panen di era sekarang.
Karena keterbatasan akses teknologi tersebut, para petani masih bergantung pada metode konvensional yang diwariskan secara turun-temurun.
"Tanpa inovasi, petani tetap saja akan mengikuti pola apa yang sudah dilakukan oleh para pendahulu atau nenek moyang kita dulu. Padahal di saat sekarang ini, inovasi justru sangat dibutuhkan petani untuk meningkatkan produktivitas mereka," tambahnya.
Sugito memberikan contoh konkret pada komoditas kelapa. Selama ini, petani kelapa di Lhokseumawe hanya menjual hasil panen dalam bentuk kopra. Padahal, jika mendapat pembinaan yang tepat, bagian lain seperti batok kelapa memiliki nilai komersial tinggi yang bisa diolah menjadi produk unggulan daerah.
"Begitu panen, kelapa hanya dijadikan kopra, setelah itu selesai. Padahal batok kelapanya juga sangat berfungsi untuk dijadikan produk unggulan bernilai komersial. Namun potensi keunggulan petani kita sampai hari ini belum terlihat sama sekali," sesalnya.
Padahal, sektor pertanian dan perikanan merupakan pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan serta menjamin kontinuitas pasokan kebutuhan pokok di pasar-pasar Kota Lhokseumawe.
KTNA berharap Pemerintah Kota Lhokseumawe segera turun tangan memberikan program pembinaan yang terarah dan bantuan teknologi, agar kesejahteraan petani dapat meningkat sejalan dengan status mereka sebagai penopang pangan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....