Perikanan dan Pertanian Jadi Pilar Ketahanan Pangan Lhokseumawe
- 19 Jun 2026 15:53 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhkseumawe – Sektor perikanan dan pertanian dinilai masih menjadi penopang penting perekonomian masyarakat Kota Lhokseumawe. Namun, diperlukan dukungan dan pendampingan yang lebih maksimal dari pemerintah agar produktivitas petani dan nelayan terus meningkat.
Sekretaris Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Lhokseumawe, Sugito Tassan, mengatakan sektor perikanan memiliki peran yang sangat strategis karena sebagian besar masyarakat pesisir menggantungkan hidupnya dari hasil laut.
“Jika sektor perikanan dikelola dengan baik, maka akan mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat Lhokseumawe. Mayoritas masyarakat pesisir berprofesi sebagai nelayan yang kehidupannya sangat bergantung pada laut,” ujar Sugito.
Selain perikanan, sektor pertanian juga memiliki kontribusi penting meskipun luas lahan pertanian di Kota Lhokseumawe relatif terbatas. Menurutnya, masyarakat di beberapa wilayah, khususnya Kecamatan Muara Satu dan Muara Dua, masih banyak yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.
Sugito menilai peningkatan produktivitas petani dan nelayan dapat tercapai apabila pemerintah melalui dinas terkait memberikan pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan.
Ia juga menyoroti minimnya dukungan pemerintah terhadap KTNA. Selama ini, organisasi tersebut lebih banyak berjalan dengan kemampuan pengurus dan anggota tanpa dukungan anggaran yang memadai.
Salah satu contohnya adalah absennya kontingen Kota Lhokseumawe pada kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan yang tahun ini digelar di Gorontalo, Sulawesi. Menurut Sugito, kegiatan tersebut sangat penting sebagai wadah pertukaran informasi, inovasi, dan teknologi pertanian maupun perikanan dari seluruh Indonesia.
“Melalui PENAS, petani dan nelayan bisa belajar serta bertukar pengalaman. Ilmu dan teknologi yang diperoleh dapat diterapkan kembali di daerah untuk meningkatkan hasil produksi,” katanya.
Sugito menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian dan perikanan sangat menentukan tercapainya ketahanan pangan daerah. Sebab, sumber utama pangan berasal dari hasil kerja petani dan nelayan.
Di sisi lain, KTNA juga menghadapi tantangan regenerasi. Minat generasi muda untuk menjadi petani maupun nelayan terus menurun karena lebih memilih bekerja di sektor perkantoran atau industri lainnya.
Padahal, menurut Sugito, sektor pertanian dan perikanan memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila ditekuni secara serius dan didukung dengan teknologi serta pembinaan yang tepat.
“Jika digeluti dengan sungguh-sungguh, sektor pertanian dan perikanan mampu mengubah kehidupan dan masa depan generasi muda menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....