Pertamina Hulu Energi Tanam Mangrove dan Tebar Bibit Kepiting

  • 18 Jun 2026 14:15 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO..ID , Aceh Utara – Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO), bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir melalui program rehabilitasi ekosistem mangrove dan pengembangan budidaya kepiting bakau di Gampong Teupin Kuyun, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

Dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu , 17 Juni 2026 , PHE NSO bersama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melakukan penanaman 300 pohon mangrove serta menebar 700 bibit kepiting bakau (Scylla paramamosain).

Program yang tergabung dalam Kelompok Kepiting Desa Unggul dan Reboisasi (KENDURI) ini menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami pantai untuk mencegah abrasi, menjaga kualitas lingkungan pesisir, serta menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut, termasuk kepiting bakau yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Aceh Utara, Samsul Rizal, mengapresiasi kolaborasi antara masyarakat dan PHE NSO dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. Menurutnya, keberadaan mangrove dan kepiting bakau merupakan satu kesatuan ekosistem yang saling mendukung.

“Mangrove menjadi habitat alami bagi kepiting sehingga pelestarian mangrove sangat penting untuk keberlangsungan budidaya kepiting. Semoga ekosistem mangrove di kawasan pesisir Kecamatan Seunuddon dapat terus terjaga,” ujar Samsul Rizal.

Sementara itu, Manager Community Involvement Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, mengatakan bahwa program tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat pesisir untuk mengembangkan potensi kelautan yang bernilai ekonomi tinggi.

Menurutnya, dengan kondisi ekosistem pesisir yang semakin baik, masyarakat tidak hanya bergantung pada hasil tangkapan ikan di laut, tetapi juga dapat memperoleh tambahan penghasilan melalui budidaya kepiting bakau.

“Kepiting bakau memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan banyak diminati pasar. Karena itu, selain menjaga ekosistem pesisir, program ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” kata Iwan.

Kepiting bakau diketahui dapat dipanen dalam waktu tiga hingga lima bulan dengan tingkat keberhasilan panen mencapai 60 hingga 80 persen dari jumlah bibit yang ditebar. Program ini berpotensi meningkatkan pendapatan nelayan hingga Rp4 juta sampai Rp10 juta dalam setiap siklus panen.

Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, PHE NSO berharap upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir Aceh Utara.Keterangan Foto:

Perwakilan PHE NSO bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan masyarakat menanam mangrove serta menebar bibit kepiting bakau di Gampong Teupin Kuyun, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, sebagai upaya pelestarian ekosistem pesisir dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....