DPRK Lhokseumawe Soroti IPAL dan Kualitas Makanan Program MBG
- 17 Jun 2026 13:19 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Anggota DPRK Lhokseumawe, Said Lutfie Manfalutie, menyoroti sejumlah tantangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Lhokseumawe. Menurutnya, masih terdapat berbagai catatan penting yang perlu segera dibenahi, terutama terkait sanitasi dapur, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
Said Lutfie , Selasa 16 Juni 2026 mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali menyampaikan kepada Dinas Kesehatan agar pengawasan terhadap dapur-dapur MBG diperketat. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan bersama pihak terkait, masih ditemukan kondisi IPAL di beberapa dapur yang dinilai belum memenuhi standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"IPAL yang ada harus segera direnovasi dan ditingkatkan kualitasnya. Jangan sampai mencemari lingkungan maupun saluran air di kawasan permukiman masyarakat," ujarnya.
Selain persoalan sanitasi, ia juga menyoroti mutu makanan yang disajikan kepada peserta program. Menurutnya, makanan yang diberikan harus benar-benar memenuhi standar gizi, higienis, dan layak konsumsi demi mendukung tujuan utama program dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak.

Said Lutfie menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Kota Lhokseumawe. Ia juga meminta adanya pengawasan berkala dari Dinas Kesehatan, BPOM, Balai Karantina, serta instansi terkait lainnya.
Di sisi lain, ia berharap program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas gizi dan penurunan angka stunting, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan pelaku UMKM lokal.

"Masih banyak UMKM di Lhokseumawe yang perlu diberdayakan. Kami berharap dapur-dapur MBG dapat berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal sehingga manfaat program ini tidak hanya dirasakan oleh anak-anak, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, pengawasan yang maksimal sangat diperlukan karena program tersebut menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda yang menjadi penerima manfaat utama MBG di Kota Lhokseumawe.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....