Sebanyak 60 Ribu Siswa Aceh Utara Kehilangan Layanan MBG

  • 11 Jun 2026 20:42 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Aceh Utara mengalami gangguan setelah 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menghentikan operasional sementara akibat belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN). Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 60 ribu siswa yang untuk sementara tidak menerima layanan makanan bergizi.

Koordinator SPPG Aceh Utara, Risda Felina, mengatakan penghentian operasional dilakukan karena sejumlah pengelola dapur tidak lagi memiliki dana untuk membeli bahan baku makanan. Dari total 86 SPPG yang telah beroperasi di Aceh Utara, sebanyak 30 unit terpaksa menghentikan pelayanan sambil menunggu pencairan anggaran.

Menurut Risda, selama ini program MBG memberikan manfaat besar bagi pelajar di berbagai sekolah. Karena itu, terhentinya distribusi makanan mulai menimbulkan pertanyaan dari pihak sekolah yang selama ini menerima layanan secara rutin.

“Kami berharap proses administrasi dan pencairan dana dapat segera diselesaikan sehingga seluruh SPPG bisa kembali beroperasi normal,” ujarnya, Kamis 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan, dana operasional yang menjadi sumber pembiayaan pembelian bahan pangan hingga kini belum masuk ke rekening pengelola. Akibatnya, sejumlah dapur tidak mampu melanjutkan produksi makanan karena keterbatasan modal.

Situasi serupa sebelumnya juga terjadi di Kota Lhokseumawe, di mana sejumlah SPPG menghentikan operasional dengan alasan yang sama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keterlambatan pencairan dana berpotensi mengganggu keberlangsungan program MBG di sejumlah daerah.

Saat ini, pengelola SPPG bersama pihak terkait masih menunggu penyelesaian proses administrasi dari BGN agar layanan makan bergizi bagi puluhan ribu siswa di Aceh Utara dapat kembali berjalan seperti biasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....