PKK Langsa Apresiasi Inovasi SDN 2, Sampah Plastik Disulap Jadi Produk Bernilai

  • 09 Jun 2026 19:38 WIB
  •  Lhokseumawe
Poin Utama
  • TP PKK Kota Langsa melalui Pokja III mengunjungi SD Negeri 2 Langsa.
  • SD Negeri 2 Langsa merupakan sekolah berpredikat Adiwiyata Nasional.
  • Limbah plastik diolah menjadi tikar, sajadah, tas, topi, bakul, dan berbagai produk kerajinan.

RRI.CO.ID, Kota Langsa – Tumpukan sampah plastik yang selama ini identik dengan pencemaran lingkungan, di tangan kreatif para guru dan siswa SD Negeri 2 Langsa justru berubah menjadi produk bernilai ekonomi. Inovasi tersebut mendapat apresiasi langsung dari Tim Penggerak PKK Kota Langsa saat melakukan kunjungan ke galeri karya kreatif sekolah, Selasa, 9 Juni 2026.

Kunjungan yang dipimpin Ketua Pokja III TP PKK Kota Langsa, Hj. T Ratna Laila Sari, bersama jajaran pengurus dan anggota Pokja III, menjadi bukti nyata dukungan terhadap gerakan pelestarian lingkungan yang dibangun sejak usia dini.

Di sekolah berpredikat Adiwiyata Nasional tersebut, limbah plastik yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna berhasil diolah menjadi beragam produk kreatif seperti tikar, sajadah, alas meja, tas, bakul, topi, hingga aneka kerajinan anyaman yang memiliki nilai jual.

Tak hanya itu, para siswa juga mampu menghasilkan berbagai inovasi lain berupa ecobrick, sofa, keranjang, vas bunga, hiasan dinding, hingga pakaian berbahan bungkus deterjen dan kemasan mi instan. Seluruh karya tersebut menjadi bukti bahwa sampah dapat diubah menjadi peluang ekonomi sekaligus solusi menjaga lingkungan.

Rombongan TP PKK tidak hanya melihat hasil karya yang dipamerkan, tetapi juga mencoba langsung proses pembuatan kerajinan bersama para siswa dan guru. Antusiasme terlihat saat para peserta mempraktikkan teknik pengolahan limbah plastik menjadi produk yang bernilai guna.

Ketua Pokja III TP PKK Kota Langsa, Hj. T Ratna Laila Sari, menyampaikan apresiasi tinggi kepada pihak sekolah yang dinilai berhasil membangun budaya peduli lingkungan sekaligus menanamkan kreativitas dan semangat kewirausahaan kepada peserta didik.

"Ini bukan sekadar kegiatan daur ulang, tetapi sebuah gerakan pendidikan yang mengajarkan anak-anak untuk mencintai lingkungan, berpikir kreatif, dan melihat peluang ekonomi dari sesuatu yang sering dianggap tidak berguna. Inovasi seperti ini layak menjadi contoh bagi sekolah lainnya," ujarnya.

Selain pengolahan limbah plastik, TP PKK Kota Langsa juga mendapatkan edukasi mengenai pembuatan pupuk organik dan briket arang berbahan tempurung kelapa. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya pengelolaan lingkungan berkelanjutan yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kepala Sekolah SD Negeri 2 Langsa melalui Wakil Kepala Sekolah Seriati menyampaikan bahwa berbagai inovasi yang dikembangkan merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan sekaligus kreatif dalam memanfaatkan sumber daya yang ada.

Melalui inovasi tersebut, SD Negeri 2 Langsa membuktikan bahwa sampah tidak selalu menjadi masalah. Dengan kreativitas, edukasi, dan kepedulian, limbah plastik dapat berubah menjadi produk bernilai yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....