Pangdam IM Resmikan Jembatan Perintis, Bukti Nyata Bakti TNI untuk Negeri
- 09 Jun 2026 13:51 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Suasana haru dan syukur menyelimuti prosesi peusijuek (tepung tawar) Jembatan Perintis Desa Teungoh, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, yang dipimpin langsung oleh Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo. Peresmian tersebut menandai berakhirnya penantian panjang masyarakat yang selama lebih dari satu dekade harus menghadapi keterbatasan akses akibat rusaknya jembatan penghubung antarwilayah tersebut. Selasa 9 Juni 2026.
Jembatan gantung tipe pilon berbentuk menara dengan panjang 60 meter dan lebar 1,2 meter itu kini kembali berdiri kokoh. Dengan kapasitas beban hingga satu ton, jembatan dapat dilintasi pejalan kaki dan sepeda motor, sekaligus menjadi penghubung vital antara Desa Teungoh, Kecamatan Syamtalira Aron dan Desa Teungoh Hagu, Kecamatan Samudera.

Kepada RRI, Pangdam Iskandar Muda menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
“Hari ini kita bersama-sama melaksanakan peusijuek Jembatan Perintis di Desa Teungoh. Ini merupakan salah satu jembatan yang dibangun Satgas Pembangunan Jembatan. Kita berharap seluruh pembangunan jembatan, baik perintis, Aramco, Bailey maupun beton, dapat dituntaskan secara bertahap sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” ujar Pangdam.
Pangdam menyebutkan, hingga saat ini terdapat 307 titik pembangunan jembatan di seluruh Aceh. Dari jumlah tersebut, sebanyak 151 titik telah selesai dikerjakan, sedangkan 156 titik lainnya masih dalam proses pembangunan.
“Pembangunan jembatan terus kita lakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di daerah yang masih mengalami keterbatasan akses transportasi,” tambahnya.
Jembatan Perintis Desa Teungoh memiliki peran penting sebagai jalur mobilitas masyarakat dan akses distribusi hasil perkebunan warga. Infrastruktur yang pertama kali dibangun pada 1995 itu mengalami kerusakan sejak 2015 akibat lantai kayu yang lapuk dan rusaknya bagian pengaman jembatan.
Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk beraktivitas, termasuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.
Melalui program rehabilitasi Satgas Pembangunan Jembatan Kodam Iskandar Muda, perbaikan jembatan mulai dikerjakan pada 21 April 2026. Pembangunan berlangsung selama 45 hari dengan melibatkan lima personel Kodim 0103/Aceh Utara bersama sepuluh warga setempat dalam semangat gotong royong.

Geuchik Desa Teungoh, Sulaiman, mengaku pembangunan kembali jembatan tersebut menjadi kabar yang paling dinantikan masyarakat setelah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan akses.
“Alhamdulillah, hari ini kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo, Bapak Kasad, Bapak Pangdam Iskandar Muda, Bapak Danrem 011/Lilawangsa, dan Bapak Dandim 0103 Aceh Utara yang telah membangun kembali jembatan kami. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena menjadi sarana penghubung antarwilayah yang selama ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Menurut Sulaiman, kerusakan jembatan selama sekitar 15 tahun telah memberikan dampak besar terhadap aktivitas warga, terutama para petani dan pekebun.
“Di seberang sana terdapat lahan perkebunan masyarakat. Dengan adanya jembatan ini, hasil panen bisa diangkut dengan mudah. Sebelumnya banyak kendala sehingga berisiko menyebabkan hasil panen terlambat dibawa keluar. Sekarang akses sudah terbuka dan tentu akan membantu meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, selama jembatan tidak dapat digunakan, warga harus memutar melalui jalur lain dengan tambahan jarak sekitar enam kilometer.
“Kalau jembatan rusak parah, masyarakat tidak bisa melintas sama sekali dan harus memutar cukup jauh. Karena itu, pembangunan kembali jembatan ini benar-benar menjadi harapan yang akhirnya terwujud,” ungkapnya.
Pangdam Iskandar Muda juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur yang bergotong royong menyukseskan pembangunan jembatan tersebut.
“Dengan kebersamaan dan kekompakan yang terus terjaga, kami berharap pemeliharaan serta perawatan jembatan dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang,” pungkas Pangdam IM.
Kembalinya fungsi Jembatan Perintis Desa Teungoh tidak hanya memulihkan konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol hadirnya negara melalui TNI dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Setelah lebih dari satu dekade menunggu, warga kini dapat kembali melintasi jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian dan kehidupan sosial mereka. (Aldo)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....