Jeffry Sentana Telusuri Krueng Langsa Cegah Banjir

  • 22 Mei 2026 15:05 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Kota Langsa - Wali Kota Langsa, Jeffry Sentana S Putra, turun langsung menyusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Langsa guna mengantisipasi banjir yang kerap melanda pemukiman warga saat musim hujan, Kamis 21 Mei 2026.

Aksi telusur sungai tersebut dilakukan untuk melihat secara nyata kondisi pendangkalan, tumpukan sampah, endapan lumpur, hingga kerusakan tanggul yang menjadi penyebab utama meluapnya air ke kawasan permukiman masyarakat.

Didampingi Plt. Kalaksa BPBD Kota Langsa, dr. Muhammad Yusuf Akbar, MKM, Kepala Dinas PUPR, Plt. Dirut PDAM, para camat se-Kota Langsa, serta Geuchik Pondok Kemuning, Jeffry menyusuri aliran sungai demi memastikan langkah penanganan yang tepat dan cepat.

“Kalau nanti memang diperlukan pengerukan, semoga prosesnya bisa berjalan lancar dan cepat selesai agar risiko banjir di masa depan dapat berkurang dan masyarakat lebih aman,” ujar Jeffry Sentana.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota menemukan kondisi sungai yang mengalami pendangkalan cukup parah akibat tingginya endapan lumpur dan tanah. Bahkan, di sejumlah titik aliran sungai terlihat menyempit dan dipenuhi tumpukan bambu serta sampah yang menghambat arus air.

Melihat kondisi itu, Jeffry langsung meminta Dinas PUPR segera menyusun rencana pengerukan sungai, termasuk menghitung kebutuhan alat berat, biaya pengerjaan, hingga standar lebar sungai sekitar 10 meter agar aliran air kembali normal.

“Kalau menggunakan dua atau tiga alat berat sekaligus, pekerjaan akan lebih cepat selesai dan hasilnya maksimal,” tegasnya.

Selain itu, Pemko Langsa juga akan menghitung total panjang sungai yang harus dikeruk sebagai dasar pengajuan dukungan anggaran kepada Pemerintah Aceh maupun pemerintah pusat. Pasalnya, pengelolaan sungai tersebut berada di bawah kewenangan Provinsi Aceh.

Sementara itu, Plt. Kalaksa BPBD Kota Langsa, Muhammad Yusuf Akbar, menjelaskan bahwa kegiatan peninjauan dilakukan untuk memetakan titik rawan banjir serta hambatan aliran sungai yang selama ini memperparah kondisi banjir kiriman dari hulu ke hilir.

“Hasil pemetaan ini akan menjadi dasar pelaksanaan telusur sungai dan langkah antisipasi banjir ke depan, meski anggaran daerah terbatas,” jelasnya.

Pemko Langsa juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai demi meminimalisir risiko banjir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....