RAPI Lhokseumawe Tekankan Pentingnya Mitigasi Berbasis Masyarakat

  • 09 Mei 2026 18:49 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe – Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Wilayah Lhokseumawe menekankan bahwa kunci utama dalam menekan risiko bencana di wilayah Kota Lhokseumawe bukan hanya pada pembangunan fisik, melainkan pada kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman.

Ketua RAPI Wilayah Lhokseumawe, Subhan, mengungkapkan bahwa sosialisasi secara berkelanjutan menjadi instrumen penting dalam mitigasi. Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap potensi bencana di lingkungannya masing-masing dapat mencegah munculnya kepanikan yang justru sering kali memperburuk situasi saat musibah terjadi.

"Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa ada potensi bencana yang mungkin terjadi. Dengan kesiapsiagaan tersebut, masyarakat tidak akan panik saat menghadapi situasi darurat," ujar Subhan, Sabtu 9 Mei 2026.

Subhan menjelaskan, secara geografis Lhokseumawe memang rentan terhadap bencana banjir karena letak topografinya yang lebih rendah dari permukaan laut. Hal ini diperparah dengan kondisi sistem drainase yang di beberapa titik dinilai masih kurang memadai untuk menampung debit air tinggi.

"Secara keseluruhan, banjir masih menjadi bencana paling umum di Lhokseumawe. Selain itu, kita juga kerap menghadapi kebakaran lahan (karhutla). Karena setiap kecamatan memiliki karakteristik potensi bencana yang berbeda, maka sosialisasi dari dinas terkait harus dilakukan secara kontinu," tambahnya.

Mengacu pada musibah banjir besar yang melanda pada November tahun lalu, RAPI mencatat adanya dampak signifikan pada sektor-sektor vital. Terganggunya pasokan listrik hingga sulitnya akses bahan pokok menjadi tantangan serius bagi warga yang terdampak.

Sebagai organisasi relawan yang bergerak di bidang komunikasi, RAPI berkomitmen untuk terus membantu pemerintah dalam menyebarluaskan informasi peringatan dini. Subhan berharap masyarakat lebih waspada dan mampu memetakan kemungkinan risiko di daerahnya masing-masing.

"Harapan kita, mitigasi ini dimulai dari kewaspadaan warga. Jika masyarakat tahu apa yang harus dilakukan, dampak kerugian baik materiil maupun hal-hal yang tidak kita inginkan lainnya bisa diminimalisir," pungkasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....