Pemko Lhokseumawe Peringati Hardiknas 2026, Tekankan Urgensi "Deep Learning"

  • 02 Mei 2026 09:11 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe- Pemerintah Kota Lhokseumawe menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 dengan khidmat di Halaman Kantor Walikota Lhokseumawe, Sabtu pagi, 2 Mei 2026, Upacara ini menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Lhokseumawe A. Haris, Upacara tersebut diikuti oleh jajaran Forkopimda Lhokseumawe, para Kepala SKPD, Kepala Sekolah, pengawas pendidikan, serta perwakilan siswa-siswi dari tingkat SD hingga SMA di wilayah Kota Lhokseumawe.

Dalam kesempatan tersebut, Setdako Lhokseumawe membacakan pidato tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Dalam pidatonya, Menteri menekankan bahwa hakikat pendidikan adalah proses tulus untuk memanusiakan manusia dan menumbuhkan fitrah alami sebagai makhluk Tuhan yang mulia.

"Inti proses pendidikan adalah memuliakan. Sesuai sistem Among dari Ki Hajar Dewantara, pendidikan harus berlandaskan asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan)," ujarnya

Sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah kini menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas. Strategi ini dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas pendidikan langsung dari dalam kelas.

Ada lima kebijakan strategis yang digarisbawahi dalam peringatan Hardiknas tahun ini:

Revitalisasi dan Digitalisasi: Pemanfaatan papan interaktif digital (PID) di ratusan ribu satuan pendidikan agar belajar lebih nyaman.

Kesejahteraan Guru: Pemerintah mengalokasikan beasiswa bagi 150.000 guru di tahun 2026 untuk jenjang S1/D4 serta peningkatan tunjangan sertifikasi yang kini ditransfer langsung setiap bulan.

Penguatan Karakter: Penerapan budaya ASRI (Aman, Sehat, Risiko, dan Indah) serta program "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Literasi dan Numerasi: Penguatan STEM dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat evaluasi mutu.

Pendidikan Inklusif: Membuka akses seluas-luasnya bagi anak berkebutuhan khusus dan mereka yang terkendala faktor ekonomi melalui sekolah satu atap dan PJJ.

Harapan untuk Lhokseumawe

Usai upacara, Setdako Lhokseumawe berharap seluruh insan pendidikan di Kota Lhokseumawe dapat mengadopsi semangat "Tiga M" yang dicanangkan kementerian, yaitu Mindset (pola pikir) yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus.

"Kita ingin pendidikan di Lhokseumawe bukan sekadar angka-angka kuantitatif, tapi benar-benar membangun watak dan peradaban siswa kita menuju Indonesia yang maju dan bermartabat," tutupnya.

Upacara diakhiri dengan sesi foto bersama Forkopimda dan pemberian apresiasi kepada sejumlah guru dan siswa berprestasi di lingkungan Pemerintah Kota Lhokseumawe.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....