Akademisi Unimal Menilai Bahan Baku Lokal Belum Maksimal di Program MBG
- 17 Apr 2026 14:46 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki tujuan yang sangat baik dalam meningkatkan asupan gizi siswa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Namun, implementasi penggunaan bahan baku lokal dalam program tersebut dinilai belum berjalan maksimal, khususnya di wilayah Aceh.
Hal tersebut disampaikan akademisi Dr. Ikramuddin, S.E., M.Si yang menilai pelaksanaan program MBG masih menunjukkan variasi di berbagai daerah. Secara konsep, program ini diharapkan mampu memberdayakan pelaku UMKM dan petani lokal melalui pemanfaatan bahan baku dari daerah sendiri.
Namun dalam praktiknya, sejumlah wilayah termasuk Lhokseumawe dan Aceh Utara masih bergantung pada pasokan bahan dari luar. Kebutuhan seperti beras, telur, sayuran, hingga bahan pangan lainnya sebagian besar masih diperoleh melalui pedagang yang belum tentu bersumber dari produksi lokal.
“Kita melihat program ini sudah berjalan, namun penggunaan bahan baku lokal belum sepenuhnya efektif.
Padahal, semangat awalnya adalah mendorong ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal,” ujarnya.
Meski demikian, program MBG tetap memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil, terutama pedagang bahan pangan. Ke depan, diharapkan adanya kerja sama yang lebih kuat antara pengelola program dengan petani lokal agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Dengan optimalisasi penggunaan bahan baku lokal, program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan gizi siswa, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi daerah serta kesejahteraan petani dan UMKM.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....