KTNA Lhokseumawe Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan Sembarangan di Cuaca Terik

  • 16 Apr 2026 18:23 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe-Sekretaris Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Lhokseumawe, Sugito Tasan, mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Hal ini menyusul kondisi cuaca yang sering berubah drastis, dari hujan lebat ke panas yang sangat terik.

Menurut Sugito, cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menjadi pemicu utama kerawanan kebakaran, terutama di kawasan Lhokseumawe dan perbukitan sekitar. Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparat keamanan.

Sugito menyoroti kebiasaan sebagian masyarakat yang masih menggunakan cara instan dalam membuka lahan, yakni dengan membakar.

"Kadang-kadang masyarakat kita tidak mau repot membabat, jadi jalan pintasnya dibakar agar lahan bersih. Masalahnya, pembakaran ini sering tidak diawasi. Saat angin kencang, arah api sulit dikendalikan dan bisa membahayakan kawasan sekitarnya," ujar Sugito saat dikonfirmasi RRI, Kamis 16 April 2026.

Selain pembakaran lahan secara sengaja, hal sepele seperti membuang puntung rokok sembarangan juga menjadi sorotan. Di tengah kondisi semak yang mengering akibat panas matahari, satu puntung rokok bisa memicu kebakaran besar yang meluas.

Lebih lanjut, Sugito menjelaskan bahwa pembakaran lahan tidak hanya merusak ekosistem hutan, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas hidup manusia melalui polusi udara. Asap yang dihasilkan dari Karhutla dapat mengganggu kesehatan masyarakat luas.

Ia pun mengajak para "Rimbawan" atau penjaga hutan untuk lebih aktif memberikan edukasi dan imbauan langsung kepada warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan atau lahan kosong.

Sebagai langkah antisipasi dari hulu ke hilir, Sugito mengharapkan adanya sinergi yang kuat antara masyarakat, polisi hutan, dan perangkat lingkungan lainnya. Kesadaran kolektif dianggap sebagai kunci utama agar kejadian yang merugikan tidak terulang kembali.

“Kita harus membangun kesadaran bersama. Tindakan yang dianggap sepele oleh satu orang bisa berujung masalah besar bagi orang lain. Jika hutan terbakar, bukan hanya lahannya yang habis, tapi bisa merambat ke pemukiman dan menyebabkan polusi. Mari kita jaga lingkungan agar tetap aman,” tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....