Bendung Krueng Pase Mangkrak, Mahasiswa Soroti Kinerja Pemerintah
- 11 Apr 2026 13:56 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Aceh Utara - Lambannya pengoperasian Bendung Irigasi Krueng Pase kembali menuai sorotan tajam dari kalangan mahasiswa. Proyek strategis yang diharapkan menjadi tulang punggung pengairan bagi ribuan hektare sawah ini justru dinilai sebagai simbol kegagalan pemerintah dalam menuntaskan pembangunan infrastruktur vital bagi masyarakat.
Sejak jebol akibat banjir pada akhir 2020, bendung tersebut tak kunjung berfungsi normal meski telah direhabilitasi dengan anggaran miliaran rupiah. Proyek yang dimulai pada 2021 itu bahkan sempat mengalami kegagalan kontrak sebelum dilanjutkan oleh kontraktor baru hingga periode 2024–2025. Namun hingga kini, hasil yang dijanjikan belum juga dirasakan oleh masyarakat, khususnya para petani.
Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Mahasiswa Pasee Aceh (FKM Pasee Aceh), Maulana Fikri Saputra, menegaskan bahwa persoalan ini tidak lagi bisa dilihat sebagai kendala teknis semata. Ia menilai ada kelalaian serius dalam pengelolaan proyek yang berdampak langsung pada kehidupan petani.
“Ini bukan sekadar proyek mangkrak. Ini soal tanggung jawab negara. Ketika uang rakyat sudah digunakan, tapi manfaatnya tidak pernah sampai, maka itu adalah bentuk kegagalan yang tidak bisa ditoleransi,” ujarnya tegas.
Menurutnya, petani di wilayah seperti Matangkuli, Syamtalira Aron, Syamtalira Bayu, hingga Tanah Luas kini harus bertahan tanpa kepastian irigasi. Padahal, daerah tersebut dikenal sebagai lumbung pangan yang sangat bergantung pada pasokan air dari bendung Krueng Pase.
Meski berbagai peninjauan dan janji percepatan telah dilakukan sejak 2023 hingga awal 2026, realisasi di lapangan belum menunjukkan perkembangan signifikan. Mahasiswa pun mendesak pemerintah untuk bersikap terbuka terkait kendala yang terjadi, serta menghadirkan timeline penyelesaian yang jelas dan terukur.
FKM Pasee Aceh mengingatkan agar Bendung Krueng Pase tidak dibiarkan menjadi monumen kegagalan birokrasi. Mereka menuntut evaluasi menyeluruh dan transparansi penuh, agar kepercayaan publik tidak terus terkikis akibat janji yang tak kunjung ditepati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....