Mitigasi Jangka Panjang, BPBD Usulkan Kajian Risiko Bencana Pasca Banjir Besar

  • 06 Apr 2026 12:17 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai merancang strategi mitigasi jangka panjang guna meminimalisir risiko dan dampak bencana, khususnya banjir yang kerap melanda wilayah tersebut. Upaya ini dilakukan menyusul kejadian banjir besar yang terjadi pada akhir tahun 2025.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Aceh Utara, Mulyadi, Senin 6 April 2026 menyatakan bahwa langkah strategis yang harus segera dilakukan adalah merevisi dan melakukan kajian risiko bencana secara menyeluruh.

"Pertama sekali, dari sisi pemerintah, kita dituntut untuk melaksanakan kajian risiko bencana ulang pasca terjadi bencana besar, seperti banjir di akhir 2025. Kita perlu melakukan pemetaan kembali daerah-daerah rawan bencana sesuai dengan potensi bencana masing-masing," ujar Mulyadi, Senin 6 April 2026.

Selain pemetaan wilayah, pihaknya juga menekankan pentingnya penyempurnaan regulasi. Menurutnya, aturan-aturan yang mengatur tentang penanggulangan bencana di Kabupaten Aceh Utara perlu dirancang ulang agar lebih adaptif terhadap kondisi terkini.

Mulyadi menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Ia mengajak seluruh elemen untuk bergerak bersama sesuai dengan konsep Pentahelix.

"Amanah undang-undang menyebutkan ada konsep pentahelix penanggulangan bencana. Ini bukan hanya berperan saat atau setelah bencana, tapi harus aktif mulai dari pra bencana, saat kejadian, hingga pasca bencana," jelasnya.

Lima elemen tersebut meliputi:

1. Pemerintah beserta lintas sektor terkait.

2. Masyarakat termasuk LSM dan organisasi kemasyarakatan.

3. Badan Usaha melalui tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.

4. Akademisi yang berkontribusi melalui riset dan kajian ilmiah.

5. Media Massa yang berperan menyebarluaskan informasi edukasi.

"Keterlibatan media sangat penting untuk memberikan informasi yang benar, sehingga dapat meningkatkan kapasitas dan membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat," tambahnya.

Dengan sinergi yang kuat dari kelima elemen tersebut, diharapkan kerentanan wilayah terhadap ancaman bencana dapat ditekan seminimal mungkin di masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....