Lebaran 2026, Pola Perjalanan Warga Aceh Beralih ke Transportasi Darat

  • 30 Mar 2026 20:44 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pola mobilitas masyarakat Aceh selama masa Lebaran 2026 mengalami perubahan signifikan. Jalur darat dan udara mencatat peningkatan jumlah penumpang, sementara transportasi laut justru mengalami penurunan akibat sejumlah kendala akses di beberapa wilayah.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, mengatakan angkutan darat masih menjadi moda transportasi paling diminati masyarakat. Selama periode Lebaran, jumlah pengguna angkutan darat mencapai 105.828 orang atau meningkat 13,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, tingginya minat terhadap jalur darat tidak terlepas dari kemudahan akses serta jangkauan layanan yang luas hingga ke berbagai daerah.

“Angkutan darat masih menjadi pilihan utama karena jangkauannya luas dan lebih mudah diakses masyarakat,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin 30 Maret 2026.

Lonjakan mobilitas tersebut juga terlihat dari aktivitas di sejumlah terminal yang mengalami peningkatan signifikan. Puncak arus penumpang tercatat pada 17 Maret 2026 dengan jumlah mencapai 9.285 orang dalam satu hari.

Selain itu, peningkatan juga terjadi pada lalu lintas kendaraan di ruas Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh). Selama periode Lebaran, sebanyak 201.670 kendaraan melintas, meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu.

Kondisi ini menunjukkan semakin tingginya ketergantungan masyarakat terhadap jalur darat, terutama dengan hadirnya jalan tol yang dinilai mampu mempercepat waktu tempuh perjalanan.

Di sisi lain, angkutan udara juga mencatat pertumbuhan meski tidak sebesar jalur darat. Sebanyak 40.887 penumpang menggunakan layanan penerbangan, meningkat 2,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Moda ini masih menjadi pilihan bagi masyarakat yang mengutamakan kecepatan perjalanan.

Berbanding terbalik, angkutan laut justru mengalami penurunan tipis dengan jumlah penumpang tercatat 65.703 orang.

Penurunan ini dipengaruhi oleh terbatasnya akses di sejumlah daerah, terutama akibat infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih pascabencana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....