Eksploitasi Anak Meningkat, Pendidikan Jadi Korban

  • 05 Agt 2025 09:05 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Tekanan ekonomi keluarga yang semakin berat memicu meningkatnya kasus eksploitasi anak di berbagai wilayah Indonesia termasuk di Kota Lhokseumawe anak-anak yang seharusnya berada di bangku sekolah justru dipaksa bekerja demi membantu kebutuhan rumah tangga.

Kepada rri.co.id Dr. Syarifah Rahmah Akademisi UIN Sultanah Nahrasiyah mengatakan fenomena eksploitasi anak ini terpantau di sejumlah kota besar dan daerah dimana anak-anak terlihat bekerja sebagai pemulung, pengamen, pedagang asongan hingga buruh kasar.

“Kondisi ini dinilai memprihatinkan lantaran eksploitasi anak akan terjadi di dunia kerja yang tidak semestinya terjadi terhadap anak bahkan terimbas dari sisi diskriminasi pada pendapatan yang tidak sesuai, selain itu diskriminasi juga terjadi pada sisi pendidikan si anak”, tuturnya.

“Kalau kita lihat kondisi ini adanya tekanan ekonomi menyebabkan orang tua mengambil keputusan ekstrem yaitu mengorbankan masa depan pendidikan anak demi kebutuhan jangka pendek, anak yang bekerja sering kali terpaksa putus sekolah atau tidak dapat mengikuti pelajaran dengan optimal”, tambahnya.

Kondisi ini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan masyarakat untuk segera mengambil langkah konkret program bantuan sosial dan perlindungan anak dinilai perlu diperluas serta diawasi ketat agar tidak ada lagi anak-anak yang kehilangan hak atas masa kecil dan pendidikan akibat tekanan ekonomi.

Rekomendasi Berita