Kolese Yos Sudarso Dobo Resmi Tutup Sosialisasi dan Pelatihan Kesehatan Mental

  • 04 Okt 2026 19:29 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Dobo: Kegiatan sosialisasi dan pelatihan kesehatan mental bagi guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Kolese Yos Sudarso Dobo resmi ditutup, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Cendrawasih, Jalan Ali Moertopo, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, tersebut ditutup secara resmi oleh Direktur Kolese Yos Sudarso Dobo, RD Rollan Ignatius Renwarin.

Turut hadir Wakil Direktur Kolese Yos Sudarso Dobo sekaligus Ketua Panitia, Tobias Talangembun, Sekretaris Kolese Antonius Maru, para kepala sekolah, serta guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Kolese Yos Sudarso Dobo.

Dalam arahannya, Tobias Talangembun menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan, termasuk para narasumber, fasilitator, serta para guru yang mengikuti kegiatan sejak pagi hingga sore hari.

Ia mengatakan, berdasarkan hasil refleksi peserta, materi yang diberikan selama kegiatan dinilai bermanfaat dan relevan dengan kondisi para pendidik dalam menjalankan tugas.

Menurut Tobias, seorang guru tidak dapat menghindari berbagai beban pekerjaan dan tantangan dalam dunia pendidikan. Namun, berbagai tantangan tersebut dapat dihadapi dengan kemampuan mengelola diri, membangun komunikasi, serta saling membantu dengan sesama.

“Beban yang kita rasakan memang tidak bisa kita hindari, tetapi prinsipnya bagaimana kita dapat mengolahnya sehingga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kita,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Kolese Yos Sudarso Dobo, RD Rollan Ignatius Renwarin, yang juga merupakan Kepala SMA Yos Sudarso Dobo, mengatakan kegiatan tersebut memberikan ruang bagi para guru untuk belajar, berefleksi, serta menemukan kembali potensi yang dimiliki masing-masing.

Ia juga menyampaikan empat pesan kepada para guru, yakni tidak takut menghadapi tantangan, tidak takut berjuang untuk kebenaran dan kejujuran, tidak berhenti menjadi suara yang mewartakan kabar baik bagi peserta didik dan sesama, serta terus menjaga semangat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

RD Rollan menekankan pentingnya membangun suasana yang rukun, damai, dan harmonis di lingkungan sekolah.

Ia mencontohkan penyelesaian persoalan antarsatuan pendidikan yang pernah terjadi dengan mempertemukan pihak-pihak yang terlibat, kemudian mendorong mereka untuk saling memahami dan berdamai.

Menurutnya, seluruh warga Kolese Yos Sudarso harus memandang satu sama lain sebagai bagian dari keluarga besar yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang harmonis.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar kegiatan yang difasilitasi oleh direktur atau kepala sekolah, tetapi bagaimana kita semua yang terpanggil dalam keluarga besar Kolese Yos Sudarso dapat menemukan satu dengan yang lain dalam kebersamaan,” katanya.

RD Rollan juga berharap kegiatan pengembangan kapasitas bagi guru dan tenaga kependidikan dapat terus dilaksanakan secara berkala, sehingga kekompakan, kemampuan, dan kebersamaan dalam lingkungan Kolese Yos Sudarso semakin kuat.

Seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi dan pelatihan kesehatan mental kemudian ditutup secara resmi oleh Direktur Kolese Yos Sudarso Dobo bersama Wakil Direktur, Sekretaris, para kepala sekolah, dan tim fasilitator.

Kegiatan ditutup pada pukul 16.53 WIT dengan doa penutup yang dipimpin Susi Agujir.

Sementara itu, salah satu peserta, Amandus Natalis Rento Rumlus, kepada RRI mengatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi para guru, khususnya dalam mengelola emosi dan menghadapi peserta didik dengan berbagai latar belakang.

Ia mengaku meskipun merasa lelah setelah mengikuti kegiatan sejak pagi, rasa lelah tersebut terbayar dengan kebahagiaan karena dapat berkumpul dan belajar bersama para guru di lingkungan Kolese Yos Sudarso.

“Bagi saya kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi guru-guru muda yang mungkin emosinya masih tinggi dan belum terlalu dekat dalam membimbing peserta didik seperti guru-guru senior,” ujarnya.

Amandus mengatakan salah satu materi yang paling berkesan baginya adalah tentang luka batin dan pentingnya pengampunan.

Ia mengaku dalam menjalankan tugas sebagai guru, dirinya berusaha menerapkan nilai pengampunan dan kerendahan hati dalam menghadapi peserta didik maupun sesama pegawai di sekolah.

Menurutnya, materi yang diberikan juga membantu para guru untuk lebih mampu mengontrol emosi ketika menghadapi peserta didik yang memiliki latar belakang berbeda.

Ia berharap pada kegiatan berikutnya panitia dapat meningkatkan dukungan teknis, seperti penyediaan perangkat tata suara serta pengelolaan waktu, sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lebih efektif.

“Harapan saya ke depan, fasilitas seperti sound system dan manajemen waktu dapat lebih diperhatikan agar kegiatan bisa berjalan lebih baik,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....