Bupati Kepulauan Tanimbar Ikut Rapat Percepatan PSN bersama Kementerian ESDM

  • 02 Okt 2026 16:03 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Langgur - Percepat PSN Blok Masela, Menteri ESDM melakukan rapat bersama Bupati Kepulauan Tanimbar Tanimbar dan Jajaran Pemerintah Propinsi Maluku. Langkah percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pengembangan Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela terus dimatangkan, Jumat (2/10/2026).

Bupati Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, menghadiri langsung Rapat Percepatan Pelaksanaan Operasional PSN Blok Masela yang dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, di Ruang Rapat Simuk, Gedung Heritage Kementerian ESDM, Jakarta.

Pertemuan tingkat tinggi ini menjadi momentum krusial dalam menentukan arah keberlanjutan energi nasional sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Maluku, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Rapat koordinasi ini dihadiri oleh lintas unsur pimpinan daerah dan instansi teknis diantaranya, Gubernur Hendrik Lewerissa dan Sekda Propinsi Maluku, Pimpinan DPRD Provinsi Maluku, Bupati Kepulauan Tanimbar beserta jajaran, Pangdam XV/Pattimura, Danlantamal IX/Ambon, dan Kapolda Maluku.

Peserta lainnya yakni Aparat Penegak Hukum dan Intelijen, Kejaksaan Tinggi Maluku dan BIN Daerah Maluku, Regulator dan Investor SKK Migas bersama KKKS.

Jauwerissa menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dalam mengawal keberlangsungan mega proyek ini agar berjalan tepat waktu dan memberikan multiplier effect bagi daerah.

Proyek Strategis Nasional Blok Masela diproyeksikan tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga membuka ribuan lapangan kerja baru, mendongkrak Pendapatan Asli Daerah juga mendorong Tanimbar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur.

Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela merupakan salah satu proyek gas abadi terbesar di Indonesia yang diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru, khususnya bagi Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan wilayah Maluku secara keseluruhan. Proyek Liquefied Natural Gas (LNG) ini memiliki nilai investasi raksasa yang diperkirakan mencapai sekitar USD 19,8 miliar hingga USD 20 miliar.

Blok Masela diproyeksikan memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA) serta 150 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) gas pipa. Pasokan gas yang masif ini sangat krusial.

Potensi ini diyakini akan menjamin pasokan energi domestik bagi industri, pembangkit listrik, dan sektor manufaktur nasional. Mendukung target transisi energi Indonesia menuju energi yang lebih bersih, karena gas bumi memiliki emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan batu bara atau minyak bumi.

Proyek Carbon Capture and Storage (CCS) yang diintegrasikan dalam pengembangan Blok Masela untuk menekan emisi karbon secara signifikan, berpeluang dapat membuka Ribuan Lapangan Kerja Baru

Pembangunan fasilitas kilang LNG di darat serta fasilitas produksi di laut akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, pada fase Konstruksi yag diperkirakan menyerap hingga 10.000 hingga 30.000 tenaga kerja secara langsung maupun tidak langsung.

Fase Operasi, membutuhkan ribuan tenaga kerja ahli secara berkelanjutan untuk operasional kilang jangka panjang (proyeksi masa produksi hingga 30 tahun atau lebih). Multiplier Effect mendorong pertumbuhan sektor informal dan UMKM lokal, seperti penyediaan katering, penginapan, transportasi, dan logistik di Kepulauan Tanimbar.

Manfaat jangka panjang diharapkan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memperlancar pertumbuhan ekonomi Tanimbar. Kehadiran Blok Masela akan mengubah struktur ekonomi regional .

Dana Bagi Hasil (DBH) Migas mulai Pemerintah Daerah (Provinsi Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar) akan menerima porsi DBH yang signifikan dari hasil produksi gas, yang dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur daerah, pendidikan, dan kesehatan.

Particpating Interest (PI) 10%: Hak pengelolaan sebesar 10% yang dialokasikan untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Maluku akan menjadi sumber pendapatan daerah jangka panjang yang sangat besar.

Saumlaki memiliki Prospek selaku Pusat Pertumbuhan Baru: Infrastruktur pendukung seperti bandara, pelabuhan, jalan, dan jaringan telekomunikasi di Tanimbar akan meningkat pesat, memicu daya tarik investasi non-migas di kawasan Indonesia Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....