Sea Ranching Teripang dorong Pemulihan Stok dan Ekonomi Pesisir Kei
- 02 Okt 2026 14:15 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur - Teripang di Kepulauan Kei, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual, telah diperdagangkan ke China sejak pertengahan abad ke-18. Nilai ekonominya yang tinggi, dengan harga teripang kering di pasar nasional mencapai empat ratus ribu hingga tiga juta rupiah per kilogram, mendorong penangkapan secara intensif dan berdampak pada penurunan populasi.
Kondisi tersebut mendorong kelompok Salterai bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Politeknik Perikanan Negeri Tual (POLIKANT), serta Epistema Institute, membentuk konsorsium untuk memulihkan stok teripang sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir.
Upaya tersebut dilakukan melalui program “pemulihan stok teripang dan peningkatan ekonomi pesisir melalui sea ranching berbasis masyarakat di kawasan konservasi Kei Kecil, Maluku Tenggara”, dengan dukungan pendanaan tropical forest and coral reefs conservation act (TFCCA).

Ketua konsorsium, George Kolyaan, menjelaskan, sea ranching teripang merupakan metode pelepasan anakan teripang hasil pembenihan ke alam untuk dibesarkan secara alami, kemudian dipanen setelah mencapai ukuran dan waktu yang ditentukan.
Sebanyak dua ribu dua ratus ekor anakan teripang pasir atau holothuria scabra telah ditebar pada ekosistem lamun di Desa Ur Pulau, Maluku Tenggara, pada 29 September 2026.
Kolyaan menyebut, Desa Ur Pulau dipilih sebagai lokasi sea ranching berbasis masyarakat berdasarkan hasil survei brin dan Polikant. Pelaksanaannya melibatkan pemerintah desa serta Gereja Protestan Maluku (GPM), Klasis Kei Kecil dan Kota Tual.
Anakan teripang yang telah ditebar akan dimonitoring setiap bulan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangannya. Data hasil monitoring tersebut akan menjadi dasar untuk memproyeksikan potensi hasil teripang saat masa panen tiba.
Kolyaan optimistis, sea ranching teripang pasir yang dipadukan dengan perlindungan melalui Sasi (Larangan Adat) dapat membantu memulihkan populasi teripang sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir.
Menurutnya, keberhasilan program di Ur Pulau diharapkan menjadi praktik baik yang dapat direplikasi di desa-desa pesisir lainnya di Kepulauan Kei.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....