Pemerintah Ohoi Watdek Terapkan Sistem Blok untuk Penyaluran Minyak Tanah
- 19 Sep 2026 09:29 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Langgur – Pemerintah Ohoi Watdek, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, membagi wilayah pelayanan minyak tanah bersubsidi ke dalam tiga blok. Kebijakan ini ditempuh setelah masih adanya warga yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah.
Penjabat Kepala Ohoi Watdek, Amba Nurdin Rettob, mengatakan pemerintah ohoi kemudian turun langsung ke sejumlah pangkalan untuk melihat kondisi penyaluran. Pengecekan itu juga diikuti koordinasi dengan Pertamina, agen penyalur, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Maluku Tenggara.
"Berangkat dari adanya keterbatasan penyaluran minyak tanah kepada masyarakat, kami kemudian melakukan on the spot ke pangkalan-pangkalan yang ada di Watdek," kata Nurdin saat ditemui RRI di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).
Dari pengecekan tersebut, pemerintah ohoi menemukan ada 12 pangkalan minyak tanah di Watdek. Jumlah ini kemudian dibandingkan dengan jumlah kepala keluarga yang mencapai 362 KK.
Nurdin menjelaskan, setiap pangkalan sedikitnya menerima lima drum atau sekitar satu ton minyak tanah dalam satu kali penyaluran. Artinya, jika seluruh pangkalan mendapat pasokan, sekitar 12 ton atau 12.000 liter minyak tanah masuk ke Watdek dalam satu kali penyaluran.
"Logikanya kalau sebanyak itu, orang Watdek tidak harus antre minyak tanah atau susah mendapatkan minyak tanah," ujarnya.
Kenyataannya, keluhan warga masih muncul. Kondisi tersebut kemudian dibahas pemerintah ohoi bersama perangkat, Badan Saniri Ohoi (BSO), dan para pemilik pangkalan.
Pertemuan itu akhirnya menghasilkan kesepakatan baru dalam penyaluran. Ohoi Watdek dibagi menjadi tiga blok, dan setiap blok dilayani oleh dua pangkalan.
Satu pangkalan akan melayani sekitar 20 hingga 40 kepala keluarga. Dengan pembagian itu, warga memiliki pangkalan yang jelas sesuai wilayah pelayanan masing-masing.
"Kami bersepakat dengan pangkalan bahwa penyaluran itu dilakukan dalam bentuk blok. Jadi kami bagi ada tiga blok," kata Nurdin.
Nurdin berharap pembagian tersebut membuat penyaluran minyak tanah lebih mudah dipantau. Pemerintah ohoi juga dapat mengetahui wilayah yang sudah mendapat pelayanan dan segera melihat jika masih ada warga yang kesulitan memperoleh minyak tanah.
Sistem blok ini selanjutnya menjadi pola yang disepakati pemerintah ohoi bersama para pemilik pangkalan untuk mengatur penyaluran minyak tanah bersubsidi di Watdek.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....