Harga Daging Sapi Naik, Warga Tual dan Maluku Tenggara Harus Kurangi Belanja

  • 13 Sep 2026 17:59 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Tual - RRI.CO.ID, Tual - Harga daging sapi di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara mengalami kenaikan. Kondisi ini mulai dirasakan masyarakat, terutama para pedagang makanan ( rumah makan ) dan rumah tangga yang menjadikan daging sapi sebagai salah satu kebutuhan konsumsi.

Kenaikan harga tersebut terlihat dari aktivitas jual beli daging sapi yang mulai mengalami perubahan. Pedagang harus menyesuaikan harga jual karena harga daging sapi yang diperoleh dari pemasok juga mengalami peningkatan.

Di tempat penjualan khusus daging sapi, pedagang tetap melayani pembeli meski harga daging sapi mengalami kenaikan. Sebagian masyarakat memilih mengurangi jumlah pembelian atau menyesuaikan jenis kebutuhan untuk menghemat pengeluaran.

Menurut pedagang, kenaikan harga tidak hanya berdampak pada keuntungan, tetapi juga berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Pedagang harus mempertimbangkan kemampuan konsumen agar dagangan tetap terserap.

“Harga dari pemasok memang naik, jadi kami juga harus menyesuaikan harga jual. Pembeli sekarang lebih banyak yang membeli sesuai kebutuhan karena harga sudah meningkat, harga normal itu seratus sepuluh ribuh sampai seratus tiga puluh ribu tapi sekarang naik sampai seratus limapuluh sampai seratus enam puluh ribuh rupiah perkilog gram, Sementara untuk bagian tulang biasa dijual sekitar enam puluh ribu rupiah dan tulang rusuk sekitar seratus dua puluh ribu rupiah per kilogram”, Ujar Anwar Penjual daging sapi

Kondisi serupa juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara. Harga daging sapi menjadi perhatian karena komoditas tersebut cukup banyak dibutuhkan, terutama menjelang berbagai momentum perayaan dan kegiatan masyarakat.

Kenaikan harga daging sapi diduga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya biaya distribusi, ketersediaan pasokan, serta tingginya kebutuhan masyarakat. Sebagai wilayah kepulauan, biaya transportasi dan distribusi juga menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga komoditas pangan di tingkat konsumen.

“Kalau harga naik tentu terasa bagi kami. Terpaksa pembelian dikurangi atau disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan, kalau di wilayah kota tual dan maluku tenggara tidak ada gading sapi yang dijual di pasar, adanya itu perorangan yang menjual di bahu jalan atau ada tempat khusus karena jarang itu makanya sedikit naik harganya, di pengaruhi juga musim kemarau mngkin biaya perawatan yang naik, akhirnya berpengaruh, harga sekarang sama dengan harga jelang lebaran”, Ujar Uda pemilik salah satu warung makan di kota tual.

Masyarakat berharap pemerintah dapat memantau perkembangan harga dan ketersediaan daging sapi di pasar, sehingga kenaikan harga tidak semakin membebani konsumen.Di sisi lain, pedagang berharap pasokan daging sapi tetap lancar agar harga dapat kembali stabil dan aktivitas jual beli di tetap berjalan normal.

Kenaikan harga daging sapi di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara menjadi perhatian bagi pedagang maupun masyarakat. Stabilitas pasokan dan pengawasan harga diharapkan dapat dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bagi para pedagang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....