Akses Kesehatan Kei Besar Terkendala Jarak dan Kondisi Kepulauan

  • 08 Sep 2026 20:40 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Langgur – Kondisi geografis kepulauan masih menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya Pulau Kei Besar. Jarak antar pulau dan keterbatasan akses transportasi membuat masyarakat harus menempuh perjalanan jauh ketika membutuhkan pelayanan kesehatan tertentu.

Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam mengatakan Maluku Tenggara memiliki karakteristik wilayah kepulauan dengan 75 pulau, terdiri atas 12 pulau berpenghuni dan 63 pulau tidak berpenghuni. Kondisi geografis tersebut turut memengaruhi akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Maluku Tenggara saat ini memiliki dua rumah sakit dan 21 puskesmas yang tersebar di 11 kecamatan. Namun, pada kondisi tertentu pelayanan kesehatan tidak selalu mudah dijangkau melalui jalur darat maupun laut.

Viali mengatakan masyarakat Pulau Kei Besar yang membutuhkan pelayanan kesehatan di Langgur harus memperhitungkan waktu dan biaya perjalanan. Kondisi tersebut menjadi persoalan terutama bagi pasien yang membutuhkan pelayanan spesialistik atau penanganan kegawatdaruratan.

“Yang kita ketahui bersama bahwa akses masyarakat Pulau Kei Besar dari dan ke Langgur membutuhkan waktu dan biaya yang besar,” kata Viali saat membuka pelayanan medis gratis Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II di Elat, Selasa (8/9/2026).

Menurut Viali, kondisi geografis juga dapat memengaruhi penanganan kasus kegawatdaruratan. Keterlambatan mendapatkan pelayanan dapat meningkatkan risiko terhadap kondisi pasien.

Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan sarana, prasarana, alat kesehatan dan sumber daya manusia kesehatan. Kehadiran Rumah Sakit Kapal Nusa Waluya II menjadi salah satu dukungan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kei Besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....