Dokter THT Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Pendengaran Anak

  • 05 Sep 2026 04:44 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Langgur – Gangguan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT) pada anak kerap luput dari perhatian karena gejalanya tidak selalu langsung terlihat. Padahal, gangguan pendengaran yang tidak ditangani sejak awal dapat memengaruhi kemampuan anak belajar, berkomunikasi, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dokter spesialis THT, Yati Raroasi Etwiory menyampaikan hal ini saat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Ohoi Dunwahan, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara, 1 September 2026. Pemeriksaan dalam kegiatan tersebut mencakup anak-anak dan orang dewasa yang mengalami keluhan pada telinga, hidung, maupun tenggorokan.

Yati mengatakan, kemampuan mendengar sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak, terutama ketika mengikuti proses pembelajaran dan berinteraksi dengan lingkungan. Karena itu, perubahan kemampuan mendengar maupun keluhan pada telinga, hidung, dan tenggorokan sebaiknya menjadi perhatian orang tua.

“Kalau pendengarannya berkurang, pasti kita mau kerja sulit, mau belajar sulit,” kata Yati.

Ia meminta orang tua tidak menunggu gangguan menjadi lebih berat sebelum mencari pertolongan medis. Mengenali perubahan pendengaran dan keluhan THT sejak awal dapat membantu menentukan penyebab serta penanganan yang sesuai.

Selain gangguan pendengaran, perhatian juga diperlukan terhadap kebiasaan anak saat bermain. Yati mengingatkan, anak-anak terkadang memasukkan benda berukuran kecil ke telinga atau hidung tanpa diketahui orang tua, sehingga pengawasan saat bermain menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan THT anak.

Selain itu, Yati mengingatkan masyarakat menjaga kesehatan pendengaran dengan membatasi penggunaan headset, terutama pada volume suara yang terlalu keras dan dalam waktu lama. Ia juga meminta penderita tekanan darah tinggi dan diabetes rutin menjalani pengobatan karena kedua penyakit tersebut dapat berdampak pada saraf pendengaran.

Dalam pelayanan di Dunwahan, Yati bersama tim memeriksa masyarakat berdasarkan keluhan masing-masing. Penanganan diberikan sesuai kondisi pasien, mulai dari membersihkan kotoran atau cairan pada telinga hingga memberikan terapi untuk keluhan pada hidung.

Menurut Yati, pelayanan langsung di wilayah masyarakat seperti ini membantu warga yang kesulitan menjangkau dokter spesialis. Masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan lebih dekat sekaligus mengetahui kondisi kesehatannya tanpa harus datang langsung ke rumah sakit atau klinik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....