Sentra Wasana Bahagia Ternate Salurkan Bansos Rp546 Juta Lebih untuk 258 Warga Aru
- 12 Sep 2026 06:44 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Dobo - Sentra Wasana Bahagia Ternate, Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Sosial Republik Indonesia, menyalurkan bantuan sosial senilai Rp546,465 juta kepada 258 penerima manfaat di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.
Penyaluran bantuan berlangsung di depan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Aru, Jalan Raya Pemda Dobo, Kamis (10/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kepulauan Aru Drs. Mohamad Djumpa, Kepala Dinas Sosial Thonci Koljaan, Kabag Humas dan Protokoler Jhon Karam, Camat Aru Utara Hasim Difinubun, Pendeta John Amos MTH, para penerima manfaat serta undangan lainnya.
Kepala Sentra Wasana Bahagia Ternate yang diwakili Kepala Pokja Data, Tri Budi Bahari Syam, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi sosial Kementerian Sosial untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan di Kabupaten Kepulauan Aru terdiri atas tiga komponen, yakni bantuan pemenuhan kebutuhan hidup layak, bantuan kewirausahaan, dan bantuan alat bantu atau aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.
“Untuk Kabupaten Kepulauan Aru, penerima bantuan pemenuhan hidup layak sebanyak 94 orang, bantuan kewirausahaan 139 orang, dan bantuan alat aksesibilitas. Total keseluruhan ada 258 penerima manfaat,” ujar Tri Budi kepada RRI.
Bantuan pemenuhan kebutuhan hidup layak diberikan kepada 94 penerima manfaat dengan nilai sekitar Rp109,040 juta. Sementara bantuan asistensi kewirausahaan diberikan kepada 139 penerima dengan total nilai Rp430.675.999.
Sedangkan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas senilai Rp6.749.000. Dengan demikian, total bantuan sosial yang disalurkan mencapai sekitar Rp546,465 juta.
Tri Budi menjelaskan, bantuan kewirausahaan merupakan bagian dari program rehabilitasi sosial yang bertujuan menumbuhkan minat usaha serta mendorong keluarga penerima manfaat agar mampu menopang kehidupannya secara mandiri.
Ia mengingatkan penerima manfaat agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya dan tidak menjadikannya sebagai kebutuhan konsumsi pribadi.
“Bantuan kewirausahaan ini harus dimanfaatkan untuk usaha, bukan untuk konsumsi pribadi. Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan tersebut,” katanya.
Monitoring akan dilakukan secara bertahap, mulai dari enam bulan hingga satu tahun setelah bantuan diterima. Proses pemantauan juga dilakukan melalui sistem untuk melihat perkembangan dan pemanfaatan bantuan kewirausahaan.
Tri Budi mengatakan, hasil monitoring dan evaluasi akan menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk memberikan dukungan lanjutan kepada penerima manfaat.
Apabila penerima manfaat mampu menjalankan usaha dengan baik dan aktif dalam program rehabilitasi sosial, maka peluang untuk mendapatkan stimulus tambahan pada kesempatan berikutnya tetap terbuka.
“Apabila hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan penerima manfaat mampu mengembangkan usahanya dengan baik dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan rehabilitasi sosial, maka dapat diajukan kembali untuk mendapatkan bantuan atau stimulus berikutnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan penyaluran bantuan di Kabupaten Kepulauan Aru telah dilakukan untuk kedua kalinya, setelah sebelumnya dilaksanakan pada 2025.
Selain membantu masyarakat, program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kepedulian pemerintah daerah dan masyarakat terhadap warga yang membutuhkan pelayanan sosial.
“Kami berharap ke depan program ini dapat membantu mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Aru, meningkatkan kemandirian masyarakat, serta mendorong pemutakhiran data keluarga penerima manfaat agar lebih faktual,” ungkapnya.
Tri Budi juga menilai partisipasi masyarakat Aru dalam kegiatan sosial cukup tinggi. Hal itu, menurutnya, terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam program pengukuran indeks peranan sosial yang telah diikuti Kabupaten Kepulauan Aru sejak 2025 hingga 2026.
Ia berharap sinergi antara Kementerian Sosial, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dan masyarakat dapat terus diperkuat agar penjangkauan terhadap warga yang membutuhkan bantuan sosial semakin tepat sasaran.
“Semangat dari kegiatan ini adalah menumbuhkan kepedulian masyarakat dan pemerintah daerah terhadap warga yang membutuhkan, sehingga dapat mendukung kemajuan masyarakat dan Kabupaten Kepulauan Aru,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....