BPBD Tual Pantau Sejumlah Wilayah Rawan Terdampak Kekeringan
- 10 Sep 2026 19:20 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Tual - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tual terus memantau sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan akibat minimnya curah hujan. Sejumlah desa telah masuk dalam pemetaan BPBD sebagai wilayah yang berpotensi mengalami dampak, namun hingga kini sebagian masih mampu mengatasi kebutuhan air secara mandiri.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tual, Ahmad Rahayaan, kepada rri.co.id Kamis (10/9/2026) mengatakan, kondisi di sejumlah wilayah masih dapat ditangani oleh masyarakat setempat. Menurutnya, wilayah yang masih mampu mengatasi kondisi tersebut di antaranya Pulau Ut dan beberapa wilayah di Kecamatan Pulau-Pulau Kur. Daerah tersebut meliputi Sermaf, Tubyal, dan Vinualen, yang sejauh ini belum memerlukan penanganan khusus karena masyarakat masih dapat mengatasi kebutuhan air di wilayah masing-masing.
"Sebetulnya ada beberapa desa yang masuk dalam kami punya perhitungan bahwa nanti ikut terdampak, tapi Alhamdulillah sampai hari ini masih bisa untuk diatasi oleh warga sekitar," kata Ahmad.
Sementara itu, BPBD Kota Tual memberikan perhatian lebih terhadap kondisi masyarakat di Kaimear, Kecamatan Pulau-Pulau Kur. Wilayah tersebut dinilai lebih rentan karena sangat bergantung pada hujan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
"Jadi untuk yang rawan itu di Kaimear, Kecamatan Pulau-Pulau Kur, karena itu memang sangat berharap air hujan," ujarnya.
BPBD Kota Tual terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang masuk dalam kategori rawan terdampak kekeringan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena ketersediaan air sangat bergantung pada curah hujan, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan sumber air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....