Kemenag Tual Perkuat Kompetensi Guru Madrasah Terhadap Ai
- 28 Sep 2026 15:34 WIB
- Langgur
RRI.CO.ID, Tual - Kantor Kementerian Agama Kota Tual terus mendorong peningkatan kapasitas dan kompetensi guru madrasah dalam menghadapi perkembangan teknologi dan era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), Senin (29/9/2026).
Upaya tersebut diwujudkan melalui pengenalan dan pengembangan Program MSEI (Madrasah Smart Educator Initiative) yang ditujukan untuk membangun guru madrasah yang digital, inovatif, produktif, publikatif, berjiwa kepemimpinan, serta mampu menggerakkan ekosistem madrasah di era kecerdasan artifisial.
Program MSEI dipresentasikan oleh Andi Ridwan dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Media Center Kantor Kementerian Agama Kota Tual. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendis) Kemenag Kota Tual, Usman Yaluhun, S.Hi., bersama para kepala madrasah se-Kota Tual.
Dalam pemaparannya, Andi Ridwan menjelaskan bahwa MSEI dirancang sebagai program pengembangan kompetensi guru madrasah yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga mendorong guru menjadi pribadi yang mampu menghasilkan inovasi, karya, publikasi, serta memberikan dampak positif bagi perkembangan madrasah.
Desain pengembangan Program MSEI mencakup enam kompetensi utama, yaitu Smart Digital Competency, yang berfokus pada penguatan kompetensi digital; Smart Learning Innovation, yang mendorong inovasi dalam proses pembelajaran.
Smart Productivity, untuk meningkatkan produktivitas guru; Smart Publication, yang mendorong kemampuan publikasi dan dokumentasi karya; Smart Leadership, yang membangun kepemimpinan guru.
Smart Madrasah Ecosystem, yang diarahkan untuk membangun ekosistem madrasah yang kolaboratif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Pada Fase I periode Agustus sampai Desember 2026, fokus pengembangan diarahkan pada penguatan kapasitas individu guru, kompetensi digital, inovasi pembelajaran, produktivitas, publikasi awal, serta pembangunan portofolio digital.
Fase pertama ini akan dikembangkan melalui Modul MSEI 1 sampai dengan Modul MSEI 6 sebagai tahapan awal pembentukan guru madrasah yang lebih adaptif terhadap transformasi digital dan kecerdasan artifisial.
Kepala Seksi Pendis Kemenag Kota Tual, Usman Yaluhun, S.Hi., menyambut baik pemaparan Program MSEI tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial perlu disikapi oleh madrasah secara positif, terarah, dan bertanggung jawab, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan tata kelola pendidikan.
Usman menyampaikan bahwa guru tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
“Guru madrasah harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Teknologi dan kecerdasan artifisial harus kita manfaatkan sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan, bukan menggantikan peran guru. Karena itu, peningkatan kompetensi digital menjadi bagian penting dalam pengembangan madrasah,” ungkapnya.
Ia juga memberikan arahan kepada para kepala madrasah agar program pengembangan kompetensi digital tidak berhenti pada pelatihan atau pemahaman secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas nyata di madrasah.
Kepala madrasah diharapkan dapat memberikan ruang kepada guru untuk berinovasi, menghasilkan karya, melakukan publikasi positif, serta membangun budaya berbagi pengetahuan di lingkungan madrasah.
“Harapan kita, program ini dapat melahirkan guru-guru yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga produktif, inovatif dan mampu menjadi penggerak bagi lingkungan madrasahnya. Kepala madrasah memiliki peran penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung perubahan tersebut,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Usman berpesan agar pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial tetap ditempatkan dalam kerangka pendidikan yang berkarakter. Kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan nilai-nilai agama, etika, integritas, tanggung jawab, serta keteladanan seorang guru.
Ia berharap implementasi MSEI dapat menjadi bagian dari langkah bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia madrasah di Kota Tual.
Guru diharapkan mampu membangun portofolio digital, mendokumentasikan praktik baik pembelajaran, menghasilkan konten edukatif, serta berbagi inovasi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi peserta didik dan masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ruang diskusi awal antara Kementerian Agama Kota Tual, para kepala madrasah, dan pihak pengembang program untuk menyamakan persepsi mengenai arah pengembangan kompetensi guru madrasah di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.
Melalui Program Madrasah Smart Educator Initiative (MSEI), Kementerian Agama Kota Tual bersama Andi Smart berkomitmen membangun kolaborasi dalam mendorong transformasi kompetensi guru madrasah.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu menghadirkan guru yang semakin digital, inovatif, produktif, publikatif, berjiwa pemimpin, serta mampu menggerakkan ekosistem madrasah sehingga madrasah di Kota Tual semakin siap menghadapi tantangan pendidikan di era kecerdasan artifisial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....