Berlayar Demi Maluku, Relawan Klinik Apung Setia Malayani

  • 17 Sep 2026 05:12 WIB
  •  Langgur

RRI.CO.ID, Tual - Senin 15 November 2026, Relawan Klinik Apung Said Tuhuleley berkesempatan bersilaturahmi dengan Ayahanda Prof. Hilman Latif, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, di ruang kerjanya. Pertemuan ini menjadi momentum penuh makna untuk mengenang kembali sebuah ikhtiar kemanusiaan yang lahir dari semangat Muhammadiyah: Kapal Klinik Apung Said Tuhuleley.

Salah satu kader Muhammadiyah Bahar Kubangun mengatakan. Sebelum mengemban amanah sebagai Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Prof. Hilman Latif dikenal sebagai Ketua Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu).

Dalam sejarah perjalanan Klinik Apung Said Tuhuleley, Lazismu memiliki kontribusi penting melalui dukungan pengadaan kapal klinik apung yang diserahkan dalam momentum Sidang Tanwir Muhammadiyah di Maluku (Kota Ambon) pada tahun 2017, yang Merupakan Satu Kontribusi Besar Kader Terbaik Maluku Yakni Almarhum Ayahanda Said Tuhuleley Terhadap Dunia Kesehatan di Muhammadiyah, Sehingga Kapal Klinik Tersebut di Beri Nama Klinik Apung Said Tuhuleley

Kapal ini bukan sekadar sarana transportasi laut. Ia adalah ikhtiar untuk menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan yang menghadapi tantangan jarak, laut, dan keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan.

Dari ruang-ruang persidangan Tanwir, lahirlah sebuah harapan yang kemudian berlayar menyusuri laut Maluku.

Kapal yang Membawa Harapan Maluku adalah negeri kepulauan. Di balik keindahan lautnya, terdapat masyarakat yang hidup di pulau-pulau dengan tantangan akses pelayanan kesehatan.

Bagi sebagian masyarakat di Maluku Yang Telah Merasa Relawan Klinik Apung Said Tuhuleley, berobat bukan hanya persoalan biaya, tetapi juga jarak tempuh, keterbatasan transportasi, dan kondisi geografis yang memisahkan satu pulau dengan pulau lainnya.

Di tengah realitas tersebut, Klinik Apung Said Tuhuleley hadir sebagai bagian dari gerakan pelayanan kemanusiaan Muhammadiyah.

Dengan semangat Al-Ma’un, kapal ini menjelajahi sebagian wilayah Maluku, membawa pelayanan pengobatan gratis, pemeriksaan kesehatan, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Setiap perjalanan adalah ikhtiar. Setiap pelayanan adalah bentuk kepedulian. Setiap masyarakat yang mendapatkan manfaat adalah pengingat bahwa dakwah kemanusiaan harus hadir di tengah kehidupan nyata.

Kapal ini menjadi simbol bahwa filantropi Islam tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat. Ia dapat diwujudkan dalam bentuk sarana pelayanan yang bergerak, menjangkau masyarakat, dan membuka akses bagi mereka yang membutuhkan.

Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya tentang memberi. Ia juga tentang menghadirkan kebermanfaatan yang terus bergerak. Klinik Apung Said Tuhuleley menjadi salah satu ruang di mana semangat itu diwujudkan dalam pelayanan kemanusiaan.

Merawat Ingatan, Melanjutkan Pengabdian Silaturahmi bersama Ayahanda Prof. Hilman Latif menjadi pengingat bahwa setiap gerakan besar selalu memiliki jejak tangan-tangan kebaikan di belakangnya.

Ada gagasan yang dirumuskan. Ada dukungan yang diberikan. Ada amanah yang dijalankan. Ada relawan yang terus bergerak. Dan ada masyarakat yang menjadi tujuan utama dari seluruh ikhtiar tersebut.

Klinik Apung Said Tuhuleley adalah bagian dari perjalanan panjang Muhammadiyah dalam menghadirkan kemanfaatan bagi umat dan bangsa.

Dari Maluku, semangat itu berlayar. Dari pulau ke pulau, pelayanan terus diupayakan. Dari tangan para dermawan dan lembaga filantropi, harapan dihadirkan.

Semoga jejak kebaikan Lazismu dalam mendukung Klinik Apung Said Tuhuleley menjadi amal jariyah yang terus mengalir, dan semoga pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan Maluku dapat terus berkembang.

Karena laut boleh memisahkan pulau, tetapi kemanusiaan tidak boleh kehilangan jalan untuk menjangkaunya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....