Pelaku UMKM Tetap Optimis meski Daya Beli Masyarakat Menurun

  • 27 Sep 2026 09:01 WIB
  •  Langgur

rri.co.id - Tual : Usaha warung nasi menjadi salah satu peluang besar untuk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) bisa berkembang, terutama di wilayah Kota Tual dan Maluku Tenggara. Warung nasi menawarkan kemudahan dalam menjalankan bisnis dengan pasar yang luas dan diminati oleh berbagai kalangan.

Namun menghadapi warung nasi yang mulai sepi adalah fase yang wajar dalam bisnis kuliner, namun rasa pesimis justru bisa membuat usaha semakin sulit bangkit. Bisnis sering kali bukan surut karena produknya tidak enak, melainkan karena kurang beradaptasi dengan perubahan.

Salah satu warung nasi yang terletak di lingkungan Perumnas Ohoijang Watdek kabupaten Maluku Tenggara Milik Ibu Wawa “ Warung Bima -Jawa” sudah berjalan tiga tahun. Pantauan rri.co.id kamis (24/9/2026) tampak sepi dikunjungi pelanggan.

Diakui Wawa, sepanjang tahun 2026 omzet penjualan setiap hari sudah menurun yakni berkisar 200.000 - 300.000 rupiah jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Omzet sedemikian tersebut hanya cukup untuk pemutaran modal saja karena belum bisa memperoleh keuntungan yang layak disebabkan harga bahan pokok yang terlampau mahal.

Meskipun harga sembako di pasar kota Tual dan Langgur dinilainya sangat meroket, namun ia tetap mempertahankan harga biasa yang masih dijangkau oleh pelanggan karena pertimbangan daya beli masyarakat, terutama anak-anak sekolah.

Dengan adanya perubahan seperti itu, menjadi tantangan berat bagi dirinya untuk tetap konsisten berdagang meskipun sulit untuk mensiasatinya. Jika dinaikkan harga atau mengurangi volume porsi dari harga biasa, maka dia yakin daya beli masyarakat menurun terutama pelanggan setianya, sehingga dia tetap bertahan dengan kondisi yang ada .

“Dengan lonjakan harga barang terutama kebutuhan pokok, sangat bedampak pada kami usaha kecil-kecilan ini, daya beli masyarakat menurun tapi kami tetap opitimis untuk tetap jualan” Ujar Wawa

Wawa berharap kepada pemerintah daerah, untuk melihat kesenjangan kondisi ekonomi masyarakat agar tidak terlalu berdampak pada pelaku UMKM sehingga tidak pesimis.

Sementar pengembangan UMKM di Maluku Tenggara mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pusat. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk, akses pemasaran dan pembiayaan bagi pelaku UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....